bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
fufufufu
*tertawa misterius karena bisa ngapdet blog lg…*
hari ini ws beli pecel ayam sama tempe buat makan malam plus sahur. pas lagi duduk2 nunggu, eh ada kucing pake kaling. cantik beut… *bukan ini intinya*
masih duduk2 menunggu, ujung mata kiri menangkap ada adegan penyalaan korek menuju rokok (bahasa tak tertata rapi mode ON). seseorang sedang merokok di ujung kanan belakang arah jam 8 pagi. hah…
duduk2 pun masih menunggu. si kucing masih berwarna oren dan masih memakai kalung itu. tak lama datang dua orang gadis remaja. memakai baju batik, menenteng nametag berbentuk garuda di tangan mereka. pasti mahasiswa baru. tadi di kampus ada temen yg nanyain, “itu garuda anak jurusan mana si?”. maka hati pun tergelitik melitik ingin tahu. melancarkan jurus komunikasi yang masih suka terbata2 jika berbicara di depan umum >.<. ws pun membalik badan ke arah duduk mba2 ini, kurang lebih percakapannya :
ws: mba, maaf, ini garuda dari jurusan mana? (analisis isi: garuda mana ada yang sekolah)
mba 1: oh ini vokasi perpajakan…
mba 2: semua administrasi kaya gini…
ws: oh, semua administrasi? (analisis isi: tanda2 mulai kehabisan pernyataan)
mba 1: iya…
ws: perbankan juga ya? (analisis isi: yes, dapet satu bahan pembicaraan lagi)
mba 1 ato mba 2: iya…
ws: ooo… (analisis isi: skak mat)
lalu ws menghadap ke depan lagi. nunggu lagi. kemudian pesanan jadi dan membayar. saat hendak beranjak keluar dari TKP, tampaklah ada si tabung-kecil-panjang-5-cm itu. alamaaaakkk… berapa usia kau, dek? emak mu tau kah kau merokok? si anak remaja maba tadi, pak, buk. hemh, bukan hal biasa sebenarnya di kota padat penduduk ini… tp hati ini tak bosan2 merasa letih melihat yang seperti itu…
dahulu kala, sebagai anak daerah yang datang ke kota semi metropolitan seperti Depok, melihat orang merokok di depan umum (apalagi mahasiswa, di kampus pula), tentu mengeshockkan jiwa raga. mengapa eh mengapa? karena di pontianak sangat jarang ws temukan yg seperti itu. maksudnya cewe/ibu2 ya. bapak2 atau mahasiswa2 si jangan tanya. capcay dah… belom lagi kalo yang merokok anak SD. tercincang hati bagai daging cincau saat melihatnya…
dan ngomongin orang merokok begini, wuidih, di kereta ekonomi noh, banyak beut dah… kalo uda ada yang begonoan di tempat2 umum, alis ini akan segera berkerut, tangan menutup mulut dan hidung, kadang2 dibumbui batuk2 buatan… (ya Allah, berdosalah aku berbuat-buat batuk yak… >.< ) alhamdulillaah, kalo orangnya sadar. kalo orangnya nda sadar, jiwa ini suka berimajinasi membawakan seember air dan menyiramkan ke rokok2 yang ujungnya masih menyala terbakar api. fufufufu *ketawa horor*
sudah banyak orang berbicara soal rokok. tentang sebagian yang membencinya. sebagian yang hidup dan berpenghasilan darinya. sebagian yang tak bisa lepas darinya. sebagian yang masih mencoba mencari kenikmatan dari racunnya. dan lain lain dan lain lain…. tahukah kau, beberapa masih ada yang ragu tentang dalil keharaman merokok? dan ini menyakitkan hati untukku. bagaimana tidak? rokok itulah yang membunuh dirimu dan orang-orang di sekitarmu.
kata mereka lagi, al Qur’an tidak ada melarang atau mengharamkan rokok. masya Allah. semoga Allah membuka jalan mereka ke arah hidayah… amin…
al Qur’an tidak secara gamblang menyebutkan rokok. namun bisa ditemukan dalil2 ini, copasan orang dari www.ulamasunnah.wordpress.com:
1. Allah ta’ala berfirman,
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Al-A’raf: 157).
Dan rokok merupakan perkara buruk yang memudharatkan dan baunya pun busuk.
2. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (Al-Baqarah: 195).
Rokok akan menyebabkan penyakit yang mematikan seperti TBC, kanker dan lain-lain.
3. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ
Janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa kalian. (An-Nisa: 29).
Rokok itu membunuh secara perlahan-lahan.
4. Allah berfirman tentang mudharatnya khamr,
وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (Al-Baqarah: 219).
Bahaya rokok itu lebih besar dari manfaatnya, bahkan rokok itu seluruhnya membahayakan (tidak ada manfaatnya sama sekali –pent.).
5. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan (Al-Isra’: 27).
Rokok itu bentuk pemborosan dan berlebih-lebihan, termasuk perbuatannya syaithan.
6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
“Tidaklah membahayakan dan tidaklah dibahayakan” (Shahih, riwayat Ahmad).
Rokok itu membahayakan orang yang menghisapnya, dan mengganggu orang yang di dekatnya serta menyia-nyiakan hartanya.
7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَكَرِهَ (اللهُ) لَكُمْ إِضَاعَةَ الْمَالِ
“Allah membenci penyia-nyiaan harta bagi kalian” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dan rokok merupakan penyia-nyiaan harta. Penghisapnya dibenci oleh Allah ta’ala.
masih kurang nda? tak tambahin yak… fatwa dari syaikh al utsaimin… copas dari file:///media-dakwah@yahoogroups.com/info.html:
Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.
Semua i’tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.
ditambahkan lagi oleh as syaikh:
Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.”
Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunnah terdiri dari dua jenis;
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.
Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.
Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3).
Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Maidah: 90).
Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.
(Sumber: Program Nur ‘alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2)
apakah sudah cukup menjawab dan apakah bahasan ini sudah cukup nge-dalil saudara saudariku?
maka ws bertanya lg,
siapakah nama bapak einstein? *bukan ini intinya*
*ralat*
ws bertanya,
masihkah anda merokok?
(penonton: TIDAAAAAKKKK)
(ws: BAGOOOOSSSS)
sekian…
maaf kalo ada yang tersinggung dan hatinya merasa terzholimi dan tersakiti, teraniaya dan terinjak2 atas kata2 di sini. no offense. eh salah, maksudnya kebenaran itu sungguh datang dari Allah, dan sayalah manusia yang bertabur dosa… mohon maaf lahir bathin…
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
fufufufu
*tertawa misterius karena bisa ngapdet blog lg…*
hari ini ws beli pecel ayam sama tempe buat makan malam plus sahur. pas lagi duduk2 nunggu, eh ada kucing pake kaling. cantik beut… *bukan ini intinya*
masih duduk2 menunggu, ujung mata kiri menangkap ada adegan penyalaan korek menuju rokok (bahasa tak tertata rapi mode ON). seseorang sedang merokok di ujung kanan belakang arah jam 8 pagi. hah…
duduk2 pun masih menunggu. si kucing masih berwarna oren dan masih memakai kalung itu. tak lama datang dua orang gadis remaja. memakai baju batik, menenteng nametag berbentuk garuda di tangan mereka. pasti mahasiswa baru. tadi di kampus ada temen yg nanyain, “itu garuda anak jurusan mana si?”. maka hati pun tergelitik melitik ingin tahu. melancarkan jurus komunikasi yang masih suka terbata2 jika berbicara di depan umum >.<. ws pun membalik badan ke arah duduk mba2 ini, kurang lebih percakapannya :
ws: mba, maaf, ini garuda dari jurusan mana? (analisis isi: garuda mana ada yang sekolah)
mba 1: oh ini vokasi perpajakan…
mba 2: semua administrasi kaya gini…
ws: oh, semua administrasi? (analisis isi: tanda2 mulai kehabisan pernyataan)
mba 1: iya…
ws: perbankan juga ya? (analisis isi: yes, dapet satu bahan pembicaraan lagi)
mba 1 ato mba 2: iya…
ws: ooo… (analisis isi: skak mat)
lalu ws menghadap ke depan lagi. nunggu lagi. kemudian pesanan jadi dan membayar. saat hendak beranjak keluar dari TKP, tampaklah ada si tabung-kecil-panjang-5-cm itu. alamaaaakkk… berapa usia kau, dek? emak mu tau kah kau merokok? si anak remaja maba tadi, pak, buk. hemh, bukan hal biasa sebenarnya di kota padat penduduk ini… tp hati ini tak bosan2 merasa letih melihat yang seperti itu…
dahulu kala, sebagai anak daerah yang datang ke kota semi metropolitan seperti Depok, melihat orang merokok di depan umum (apalagi mahasiswa, di kampus pula), tentu mengeshockkan jiwa raga. mengapa eh mengapa? karena di pontianak sangat jarang ws temukan yg seperti itu. maksudnya cewe/ibu2 ya. bapak2 atau mahasiswa2 si jangan tanya. capcay dah… belom lagi kalo yang merokok anak SD. tercincang hati bagai daging cincau saat melihatnya…
dan ngomongin orang merokok begini, wuidih, di kereta ekonomi noh, banyak beut dah… kalo uda ada yang begonoan di tempat2 umum, alis ini akan segera berkerut, tangan menutup mulut dan hidung, kadang2 dibumbui batuk2 buatan… (ya Allah, berdosalah aku berbuat-buat batuk yak… >.< ) alhamdulillaah, kalo orangnya sadar. kalo orangnya nda sadar, jiwa ini suka berimajinasi membawakan seember air dan menyiramkan ke rokok2 yang ujungnya masih menyala terbakar api. fufufufu *ketawa horor*
Continue reading
Recent Comments