bismillaahirrohmaanirrohiim…
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,
wah, alhamdulillaahi robbil ‘alaamiin…
ternyata blognya uda bisa make banyak kolom, jadi bisa nda gelap lagi…
*senang…*
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
14 Sep
bismillaahirrohmaanirrohiim…
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,
wah, alhamdulillaahi robbil ‘alaamiin…
ternyata blognya uda bisa make banyak kolom, jadi bisa nda gelap lagi…
*senang…*
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
6 Sep
bismillaahirrohmanirrohiim.
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…
baru beberapa waktu lalu dapat artikel dari sebuah grup yang diikuti, judulnya “ikhlas oh ikhlas…”
ia bahas pendapat hatinya tentang apa itu dan bagaimana itu ikhlas…
jadi teringat sama beberapa orang, yang pernah meminta ku untuk melakukan sesuatu. beberapa kali sesuatu itu dilakukan dgn tidak sempurna. misalnya saat disuruh bawa piring ke dapur, terus piringnya pecah. nah, terus aku akan dapat hadiah, “makanya, kalo kerja itu mesti ikhlas…”
*glek
jadi teringat lagi sama perkataan seorang teman yg waktu itu sedang emosi, tentang teman lainnya, “aku sebel banget kalo dia nyoba-nyoba nilai keikhlasan aku. yang tahu aku ikhlas atau enggak kan cuma Allah…”
*wuw
ikhlas, ikhlas karena Allah, iya memang berat. untuk tidak menghasilkan sekecil pun rasa bangga saat di hadapan mata manusia.
iya, aku juga setuju. tidak berhak seseorang menilai ikhlas atau tidak perbuatan seseorang kepadanya. tidak adil. dan tentunya tidak ada hak atas mereka untuk menilai keikhlasan seseorang. siapa kita? cuma manusia. sombong sekali rasanya…
“… Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”
[QS Ali 'Imran: 119]
3 Sep
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
fufufufu
*tertawa misterius karena bisa ngapdet blog lg…*
hari ini ws beli pecel ayam sama tempe buat makan malam plus sahur. pas lagi duduk2 nunggu, eh ada kucing pake kaling. cantik beut… *bukan ini intinya*
masih duduk2 menunggu, ujung mata kiri menangkap ada adegan penyalaan korek menuju rokok (bahasa tak tertata rapi mode ON). seseorang sedang merokok di ujung kanan belakang arah jam 8 pagi. hah…
duduk2 pun masih menunggu. si kucing masih berwarna oren dan masih memakai kalung itu. tak lama datang dua orang gadis remaja. memakai baju batik, menenteng nametag berbentuk garuda di tangan mereka. pasti mahasiswa baru. tadi di kampus ada temen yg nanyain, “itu garuda anak jurusan mana si?”. maka hati pun tergelitik melitik ingin tahu. melancarkan jurus komunikasi yang masih suka terbata2 jika berbicara di depan umum >.<. ws pun membalik badan ke arah duduk mba2 ini, kurang lebih percakapannya :
ws: mba, maaf, ini garuda dari jurusan mana? (analisis isi: garuda mana ada yang sekolah)
mba 1: oh ini vokasi perpajakan…
mba 2: semua administrasi kaya gini…
ws: oh, semua administrasi? (analisis isi: tanda2 mulai kehabisan pernyataan)
mba 1: iya…
ws: perbankan juga ya? (analisis isi: yes, dapet satu bahan pembicaraan lagi)
mba 1 ato mba 2: iya…
ws: ooo… (analisis isi: skak mat)
lalu ws menghadap ke depan lagi. nunggu lagi. kemudian pesanan jadi dan membayar. saat hendak beranjak keluar dari TKP, tampaklah ada si tabung-kecil-panjang-5-cm itu. alamaaaakkk… berapa usia kau, dek? emak mu tau kah kau merokok? si anak remaja maba tadi, pak, buk. hemh, bukan hal biasa sebenarnya di kota padat penduduk ini… tp hati ini tak bosan2 merasa letih melihat yang seperti itu…
dahulu kala, sebagai anak daerah yang datang ke kota semi metropolitan seperti Depok, melihat orang merokok di depan umum (apalagi mahasiswa, di kampus pula), tentu mengeshockkan jiwa raga. mengapa eh mengapa? karena di pontianak sangat jarang ws temukan yg seperti itu. maksudnya cewe/ibu2 ya. bapak2 atau mahasiswa2 si jangan tanya. capcay dah… belom lagi kalo yang merokok anak SD. tercincang hati bagai daging cincau saat melihatnya…
dan ngomongin orang merokok begini, wuidih, di kereta ekonomi noh, banyak beut dah… kalo uda ada yang begonoan di tempat2 umum, alis ini akan segera berkerut, tangan menutup mulut dan hidung, kadang2 dibumbui batuk2 buatan… (ya Allah, berdosalah aku berbuat-buat batuk yak… >.< ) alhamdulillaah, kalo orangnya sadar. kalo orangnya nda sadar, jiwa ini suka berimajinasi membawakan seember air dan menyiramkan ke rokok2 yang ujungnya masih menyala terbakar api. fufufufu *ketawa horor*
2 Sep
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
maka coba saja kau ceritakan padaku, apa itu ekstrim menurutmu?
jika yang kau katakan wanita-wanita itu memakai kain jilbab yang terlalu panjang, maka jelaskanlah padaku apa maksud Allahu ta’ala dalam ayat ini:
[QS an Nuur: 31]
” … Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, … “
[QS al Ahzab: 59]
” … “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” … “
janganlah kau berburuk sangka terhadap mereka yang lebih memilih warna gelap untuk menutupi perhiasan (aurot) mereka. karena insya Allah mereka akan lebih terjaga dan jauh dari tabarruj seperti kaum jahiliyyah.
[QS al Ahzab: 33]
” … dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu … “
dan mengapa matamu luput memandang mereka yang menunjukkan perhiasan (aurot) mereka di depan yang bukan mahrom mereka?
“semut di pelupuk mata terlihat, gajah di pelupuk mata tidak terlihat.”
[Riwayat Pemantun-Nda-Tau-Siapa]
11 Aug
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
emmm… kadang2 pikiran ini sampai pada kenangan2 yang mampu membangkitkan emosi. nda mesti mengundang bulir2 air mata. tp sekedar mikir, “heeeeh, iya ya”… (ini mah pasrah, bukan emosiong).
nah, pada waktu ini, aku teringat beberapa waktu lalu. sedang menginap di rumah mbahti (mbah putri ato nenek). waktu malam itu, anak2nya (anak2 mbah ti dan mbah kong, bukan anak2nya awis) pada berhamburan dateng ke rumah. jadi rame…
ada bude, pak de, yudha, adek, ellang, om mei, tante venty, didi, om andi, tante diah. 2 cucu paling kecil anaknya om andi sm tante diah nda dateng gr2 besok sekolah, jadi tidurnya cepat (dalam hati, “berati nda ada yang bisa dilempar2 malam ini
“).
nah, waktu lagi di belakang rame2 di depan TV, berkeluaranlah ucapan2 dari mulut masing2 (baca: ngobrol-susah amat mendefinisikannya-ha). dan sampailah ke materi pembicaraan yang berjudul “OSPEK”. apa sodara2? “OSPEK”? sekali lagi, dengan kompak, “OSPEK”.
Continue reading
Recent Comments