waw, sudah benar…!

bismillaahirrohmaanirrohiim…

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,

wah, alhamdulillaahi robbil ‘alaamiin…

ternyata blognya uda bisa make banyak kolom, jadi bisa nda gelap lagi…

*senang…*

wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

i.k.h.l.a.s

bismillaahirrohmanirrohiim.
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…
baru beberapa waktu lalu dapat artikel dari sebuah grup yang diikuti, judulnya “ikhlas oh ikhlas…”
ia bahas pendapat hatinya tentang apa itu dan bagaimana itu ikhlas…
jadi teringat sama beberapa orang, yang pernah meminta ku untuk melakukan sesuatu. beberapa kali sesuatu itu
dilakukan dgn tidak sempurna. misalnya saat disuruh bawa piring ke dapur, terus piringnya pecah. nah, terus aku akan
dapat hadiah, “makanya, kalo kerja itu mesti ikhlas…”
*glek
jadi teringat lagi sama perkataan seorang teman yg waktu itu sedang emosi, tentang teman lainnya, “aku sebel banget
kalo dia nyoba-nyoba nilai keikhlasan aku. yang tahu aku ikhlas atau enggak kan cuma Allah…”
*wuw
ikhlas, ikhlas karena Allah, iya memang berat. untuk tidak menghasilkan sekecil pun rasa bangga saat di hadapan mata
manusia.
iya, aku juga setuju. tidak berhak seseorang menilai ikhlas atau tidak perbuatan seseorang kepadanya. tidak adil. dan
tentunya tidak ada hak atas mereka untuk menilai keikhlasan seseorang. siapa kita? cuma manusia. sombong sekali
rasanya…
“… Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”
[QS Ali 'Imran: 119]
“Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”
[QS At-Taghaabun: 4]
“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?”
[QS Al-Mulk: 13-14]
“Tidaklah kamu perhatikan bahwa sesunggunya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian, Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerejakan. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS Al-Mujaadilah: 7]
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
[QS Qaaf: 16]
perbuatan-perbuatan yang tidak berjalan sempurna atau baik itu, tentu memang harus terjadi begitu. ada kehendak
Allah di sana. faktor manusianya, bisa karena ia konsentrasi pada lain hal. bisa karena ia tersandung sesuatu namun
belum sempat menceritakannya. jika pun ia tahu kesalahan seperti itu bisa mengundang murka orang lain, apa
mungkin ia sengaja melakukannya? maka bisa jadi ada ratusan faktor ketidaksengajaan diluar kuasanya.
lagipula,
ikhlas atau tidaknya seseorang, Allah yang akan mengganjarnya, bukan kita, si manusia yang tercipta dengan sifat
lemah…
“… manusia dijadikan bersifat lemah”
[QS An-Nisaa`: 28]
wallaahua’lam…
hai aku,
sudah sempurnakah ikhlas ku?
sudah yakinkah tidak mengharapkan apa2 dari tindak baikku yg sungguh sangat sedikit itu?
sudah untuk Allah kah semua ibadahku?sudah cukup baikkah menilai niatan baik orang lain?
sudah jauhkah aku dari riya? yg ia bagaikan semut hitam yg berjalan di atas batu di kegelapan malam? hampir tak
terlihat mata…
bagaimana dgn kamu?
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…

bismillaahirrohmanirrohiim.

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…

baru beberapa waktu lalu dapat artikel dari sebuah grup yang diikuti, judulnya “ikhlas oh ikhlas…”

ia bahas pendapat hatinya tentang apa itu dan bagaimana itu ikhlas…

jadi teringat sama beberapa orang, yang pernah meminta ku untuk melakukan sesuatu. beberapa kali sesuatu itu dilakukan dgn tidak sempurna. misalnya saat disuruh bawa piring ke dapur, terus piringnya pecah. nah, terus aku akan dapat hadiah, “makanya, kalo kerja itu mesti ikhlas…”

*glek

jadi teringat lagi sama perkataan seorang teman yg waktu itu sedang emosi, tentang teman lainnya, “aku sebel banget kalo dia nyoba-nyoba nilai keikhlasan aku. yang tahu aku ikhlas atau enggak kan cuma Allah…”

*wuw

ikhlas, ikhlas karena Allah, iya memang berat. untuk tidak menghasilkan sekecil pun rasa bangga saat di hadapan mata manusia.

iya, aku juga setuju. tidak berhak seseorang menilai ikhlas atau tidak perbuatan seseorang kepadanya. tidak adil. dan tentunya tidak ada hak atas mereka untuk menilai keikhlasan seseorang. siapa kita? cuma manusia. sombong sekali rasanya…

“… Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.”

[QS Ali 'Imran: 119]

Continue reading

Rokok Lage Neeehhh… :p

bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
fufufufu
*tertawa misterius karena bisa ngapdet blog lg…*
hari ini ws beli pecel ayam sama tempe buat makan malam plus sahur. pas lagi duduk2 nunggu, eh ada kucing pake kaling. cantik beut… *bukan ini intinya*
masih duduk2 menunggu, ujung mata kiri menangkap ada adegan penyalaan korek menuju rokok (bahasa tak tertata rapi mode ON). seseorang sedang merokok di ujung kanan belakang arah jam 8 pagi. hah…
duduk2 pun masih menunggu. si kucing masih berwarna oren dan masih memakai kalung itu. tak lama datang dua orang gadis remaja. memakai baju batik, menenteng nametag berbentuk garuda di tangan mereka. pasti mahasiswa baru. tadi di kampus ada temen yg nanyain, “itu garuda anak jurusan mana si?”. maka hati pun tergelitik melitik ingin tahu. melancarkan jurus komunikasi yang masih suka terbata2 jika berbicara di depan umum >.<. ws pun membalik badan ke arah duduk mba2 ini, kurang lebih percakapannya :
ws: mba, maaf, ini garuda dari jurusan mana? (analisis isi: garuda mana ada yang sekolah)
mba 1: oh ini vokasi perpajakan…
mba 2: semua administrasi kaya gini…
ws: oh, semua administrasi? (analisis isi: tanda2 mulai kehabisan pernyataan)
mba 1: iya…
ws: perbankan juga ya? (analisis isi: yes, dapet satu bahan pembicaraan lagi)
mba 1 ato mba 2: iya…
ws: ooo… (analisis isi: skak mat)
lalu ws menghadap ke depan lagi. nunggu lagi. kemudian pesanan jadi dan membayar. saat hendak beranjak keluar dari TKP, tampaklah ada si tabung-kecil-panjang-5-cm itu. alamaaaakkk… berapa usia kau, dek? emak mu tau kah kau merokok? si anak remaja maba tadi, pak, buk. hemh, bukan hal biasa sebenarnya di kota padat penduduk ini… tp hati ini tak bosan2 merasa letih melihat yang seperti itu…
dahulu kala, sebagai anak daerah yang datang ke kota semi metropolitan seperti Depok, melihat orang merokok di depan umum (apalagi mahasiswa, di kampus pula), tentu mengeshockkan jiwa raga. mengapa eh mengapa? karena di pontianak sangat jarang ws temukan yg seperti itu. maksudnya cewe/ibu2 ya. bapak2 atau mahasiswa2 si jangan tanya. capcay dah… belom lagi kalo yang merokok anak SD. tercincang hati bagai daging cincau saat melihatnya…
dan ngomongin orang merokok begini, wuidih, di kereta ekonomi noh, banyak beut dah… kalo uda ada yang begonoan di tempat2 umum, alis ini akan segera berkerut, tangan menutup mulut dan hidung, kadang2 dibumbui batuk2 buatan… (ya Allah, berdosalah aku berbuat-buat batuk yak… >.< ) alhamdulillaah, kalo orangnya sadar. kalo orangnya nda sadar, jiwa ini suka berimajinasi membawakan seember air dan menyiramkan ke rokok2 yang ujungnya masih menyala terbakar api. fufufufu *ketawa horor*
sudah banyak orang berbicara soal rokok. tentang sebagian yang membencinya. sebagian yang hidup dan berpenghasilan darinya. sebagian yang tak bisa lepas darinya. sebagian yang masih mencoba mencari kenikmatan dari racunnya. dan lain lain dan lain lain…. tahukah kau, beberapa masih ada yang ragu tentang dalil keharaman merokok? dan ini menyakitkan hati untukku. bagaimana tidak? rokok itulah yang membunuh dirimu dan orang-orang di sekitarmu.
kata mereka lagi, al Qur’an tidak ada melarang atau mengharamkan rokok. masya Allah. semoga Allah membuka jalan mereka ke arah hidayah… amin…
al Qur’an tidak secara gamblang menyebutkan rokok. namun bisa ditemukan dalil2 ini, copasan orang dari www.ulamasunnah.wordpress.com:
1. Allah ta’ala berfirman,
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (Al-A’raf: 157).
Dan rokok merupakan perkara buruk yang memudharatkan dan baunya pun busuk.
2. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. (Al-Baqarah: 195).
Rokok akan menyebabkan penyakit yang mematikan seperti TBC, kanker dan lain-lain.
3. Allah ta’ala berfirman,
وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ
Janganlah kalian membunuh jiwa-jiwa kalian. (An-Nisa: 29).
Rokok itu membunuh secara perlahan-lahan.
4. Allah berfirman tentang mudharatnya khamr,
وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya. (Al-Baqarah: 219).
Bahaya rokok itu lebih besar dari manfaatnya, bahkan rokok itu seluruhnya membahayakan (tidak ada manfaatnya sama sekali –pent.).
5. Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan (Al-Isra’: 27).
Rokok itu bentuk pemborosan dan berlebih-lebihan, termasuk perbuatannya syaithan.
6. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
“Tidaklah membahayakan dan tidaklah dibahayakan” (Shahih, riwayat Ahmad).
Rokok itu membahayakan orang yang menghisapnya, dan mengganggu orang yang di dekatnya serta menyia-nyiakan hartanya.
7. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَكَرِهَ (اللهُ) لَكُمْ إِضَاعَةَ الْمَالِ
“Allah membenci penyia-nyiaan harta bagi kalian” (Muttafaqun ‘alaihi).
Dan rokok merupakan penyia-nyiaan harta. Penghisapnya dibenci oleh Allah ta’ala.
masih kurang nda? tak tambahin yak… fatwa dari syaikh al utsaimin… copas dari file:///media-dakwah@yahoogroups.com/info.html:
Adapun dalil dari i’tibar (logika) yang benar yang menunjukkan keharaman rokok adalah karena dengan perbuatan itu perokok mencampakkan dirinya ke dalam hal yang menimbukan bahaya, rasa cemas, dan keletihan jiwa. Orang yang berakal tentu tidak rela hal itu terjadi pada dirinya sendiri. Alangkah tragisnya kondisinya, dan demikian sesaknya dada si perokok bila tidak menghisapnya. Alangkah berat ia melakukan puasa dan ibadah-ibadah lainnya karena hal itu menghalagi dirinya dari merokok. Bahkan, alangkah berat dirinya berinteraksi dengan orang-orang saleh karena tidak mungkin mereka membiarkan asap rokok mengepul di hadapan mereka. Karena itu, Anda akan melihat perokok demikian tidak karuan bila duduk dan berinteraksi dengan orang-orang saleh.
Semua i’tibar itu menunjukkan bahwa merokok hukumnya diharamkan. Karena itu, nasehat saya untuk saudara-saudara kaum muslimin yang masih didera oleh kebiasaan menghisap rokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalkannya. Sebab, di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah, mengharap pahala dari-Nya dan menghindari siksaan-Nya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkan hal tersebut.
ditambahkan lagi oleh as syaikh:
Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash, baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.”
Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunnah terdiri dari dua jenis;
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada suatu itu sendiri secara langsung.
Sebagai contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran dan dua hadis yang kami sebutkan di atas yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya.
Sedangkan untuk jenis kedua, adalah seperti fiman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (dagig hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3).
Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Maidah: 90).
Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.
(Sumber: Program Nur ‘alad Darb, dari Fatwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, dari kitab Fatwa-Fatwa Terkini 2)
apakah sudah cukup menjawab dan apakah bahasan ini sudah cukup nge-dalil saudara saudariku?
maka ws bertanya lg,
siapakah nama bapak einstein? *bukan ini intinya*
*ralat*
ws bertanya,
masihkah anda merokok?
(penonton: TIDAAAAAKKKK)
(ws: BAGOOOOSSSS)
sekian…
maaf kalo ada yang tersinggung dan hatinya merasa terzholimi dan tersakiti, teraniaya dan terinjak2 atas kata2 di sini. no offense. eh salah, maksudnya kebenaran itu sungguh datang dari Allah, dan sayalah manusia yang bertabur dosa… mohon maaf lahir bathin…
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

bismillaahirrohmaanirrohiim

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

fufufufu

*tertawa misterius karena bisa ngapdet blog lg…*

hari ini ws beli pecel ayam sama tempe buat makan malam plus sahur. pas lagi duduk2 nunggu, eh ada kucing pake kaling. cantik beut… *bukan ini intinya*

masih duduk2 menunggu, ujung mata kiri menangkap ada adegan penyalaan korek menuju rokok (bahasa tak tertata rapi mode ON). seseorang sedang merokok di ujung kanan belakang arah jam 8 pagi. hah…

duduk2 pun masih menunggu. si kucing masih berwarna oren dan masih memakai kalung itu. tak lama datang dua orang gadis remaja. memakai baju batik, menenteng nametag berbentuk garuda di tangan mereka. pasti mahasiswa baru. tadi di kampus ada temen yg nanyain, “itu garuda anak jurusan mana si?”. maka hati pun tergelitik melitik ingin tahu. melancarkan jurus komunikasi yang masih suka terbata2 jika berbicara di depan umum >.<. ws pun membalik badan ke arah duduk mba2 ini, kurang lebih percakapannya :

ws: mba, maaf, ini garuda dari jurusan mana? (analisis isi: garuda mana ada yang sekolah)

mba 1: oh ini vokasi perpajakan…

mba 2: semua administrasi kaya gini…

ws: oh, semua administrasi? (analisis isi: tanda2 mulai kehabisan pernyataan)

mba 1: iya…

ws: perbankan juga ya? (analisis isi: yes, dapet satu bahan pembicaraan lagi)

mba 1 ato mba 2: iya…

ws: ooo… (analisis isi: skak mat)

lalu ws menghadap ke depan lagi. nunggu lagi. kemudian pesanan jadi dan membayar. saat hendak beranjak keluar dari TKP, tampaklah ada si tabung-kecil-panjang-5-cm itu. alamaaaakkk… berapa usia kau, dek? emak mu tau kah kau merokok? si anak remaja maba tadi, pak, buk. hemh, bukan hal biasa sebenarnya di kota padat penduduk ini… tp hati ini tak bosan2 merasa letih melihat yang seperti itu…

dahulu kala, sebagai anak daerah yang datang ke kota semi metropolitan seperti Depok, melihat orang merokok di depan umum (apalagi mahasiswa, di kampus pula), tentu mengeshockkan jiwa raga. mengapa eh mengapa? karena di pontianak sangat jarang ws temukan yg seperti itu. maksudnya cewe/ibu2 ya. bapak2 atau mahasiswa2 si jangan tanya. capcay dah… belom lagi kalo yang merokok anak SD. tercincang hati bagai daging cincau saat melihatnya…

dan ngomongin orang merokok begini, wuidih, di kereta ekonomi noh, banyak beut dah… kalo uda ada yang begonoan di tempat2 umum, alis ini akan segera berkerut, tangan menutup mulut dan hidung, kadang2 dibumbui batuk2 buatan… (ya Allah, berdosalah aku berbuat-buat batuk yak… >.< ) alhamdulillaah, kalo orangnya sadar. kalo orangnya nda sadar, jiwa ini suka berimajinasi membawakan seember air dan menyiramkan ke rokok2 yang ujungnya masih menyala terbakar api. fufufufu *ketawa horor*

Continue reading

ekstrim apa ya?

bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
maka coba saja kau ceritakan padaku, apa itu ekstrim menurutmu?
jika yang kau katakan wanita-wanita itu memakai kain jilbab yang terlalu panjang, maka jelaskanlah padaku apa maksud Allahu ta’ala dalam ayat ini:
[QS an Nuur: 31]
” … Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, … “
[QS al Ahzab: 59]
” … “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” … “
janganlah kau berburuk sangka terhadap mereka yang lebih memilih warna gelap untuk menutupi perhiasan (aurot) mereka. karena insya Allah mereka akan lebih terjaga dan jauh dari tabarruj seperti kaum jahiliyyah.
[QS al Ahzab: 33]
” … dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu … “
dan mengapa matamu luput memandang mereka yang menunjukkan perhiasan (aurot) mereka di depan yang bukan mahrom mereka?
“semut di pelupuk mata terlihat, gajah di pelupuk mata tidak terlihat.”
[Hadits Riwayat Pemantun-Nda-Tau-Siapa]
jika kau berkata terlalu banyak hal peribadahan dan cara-cara bermuamalah yang tak sesuai dengan pikir akalmu, maka carilah olehmu hujjah yang shohih, dari Allah dan Rasulullaah sholallaahu ‘alayhi wa sallam dan imanilah ia, karena sungguh tak semua akalmu mampu meraih perkara agama ini….
Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu ‘anh, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh).”
[Bukhari no. 7288, Muslim no. 1337]
jika hatimu sulit memahami ‘kelakuan2′ mereka, maka pahami saja, mereka sedang berusaha memenuhi wasiat Rasulullaah.
mungkin masih akan kau temukan heran2mu yang lain tentang banyaknya perbedaan yang kau temukan dalam masalah peribadahan, muamalah, atau fiqh, sungguh, jangan lari kemana-mana. kembalikanlah ia pada hujjah yang haq… al Qur’an dan as Sunnah yang shohih…
Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid’ah itu sesat.”
(HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)
[Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676]
Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”.
(Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)
[Bukhari no. 2697, Muslim no. 1718]
jika kau katakan al Qur’an dan al Hadits hanyalah hukum yang turun bagi bangsa Arab, maka bukankah Islam adalah perkara paripurna yang menjadi rahmat bagi seluruh alam? tak akan kau bayangkan tebalnya al Qur’an jika ia dibuat dengan kekhususan untuk setiap perkaramu. sesungguhnya ia menjadi dalil umum, dan beberapa kekhususan perkara disempurnakan kembali oleh as sunnah dari seorang mulia, Muhammad sholallaahu ‘alayhi wa sallam…
[QS al Maa'idah: 3]
” … Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu … “
” … Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.”
[QS Ali 'Imran: 102]
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”
[QS Ali 'Imran: 19]
” … Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.”
saat kau masih terheran-heran dengan ‘kelakuan’ orang2 yang menisbahkan dirinya pada cara-cara beribadah atau bermuamalah para pendahulu agama ini (Rasulullaah sholallaahu ‘alayhi wa sallam, sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in)
semoga hal di atas itu
adalah cukup… (cukup sedikit maksudnya ya? :p)
sungguh umat ini tidak akan baik kecuali dengan apa yang membuat baik umat sebelumnya…
Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari radhiallahu ‘anh, “Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda : Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim.”
[Muslim no. 55]
*wallaahu ta’ala a’lam
*allaahul musta’an
jadi,
apa itu ekstrim menurutmu?
[QS Yusuf: 101]
” … wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. “
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

bismillaahirrohmaanirrohiim

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

maka coba saja kau ceritakan padaku, apa itu ekstrim menurutmu?

jika yang kau katakan wanita-wanita itu memakai kain jilbab yang terlalu panjang, maka jelaskanlah padaku apa maksud Allahu ta’ala dalam ayat ini:

[QS an Nuur: 31]

” … Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, … “

[QS al Ahzab: 59]

” … “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” … “

janganlah kau berburuk sangka terhadap mereka yang lebih memilih warna gelap untuk menutupi perhiasan (aurot) mereka. karena insya Allah mereka akan lebih terjaga dan jauh dari tabarruj seperti kaum jahiliyyah.

[QS al Ahzab: 33]

” … dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu … “

dan mengapa matamu luput memandang mereka yang menunjukkan perhiasan (aurot) mereka di depan yang bukan mahrom mereka?

“semut di pelupuk mata terlihat, gajah di pelupuk mata tidak terlihat.”

[Riwayat Pemantun-Nda-Tau-Siapa]

Continue reading

satu dua tiga, OSPEK…

bismillaahirrohmaanirrohiim

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

emmm… kadang2 pikiran ini sampai pada kenangan2 yang mampu membangkitkan emosi. nda mesti mengundang bulir2 air mata. tp sekedar mikir, “heeeeh, iya ya”… (ini mah pasrah, bukan emosiong).
nah, pada waktu ini, aku teringat beberapa waktu lalu. sedang menginap di rumah mbahti (mbah putri ato nenek). waktu malam itu, anak2nya (anak2 mbah ti dan mbah kong, bukan anak2nya awis) pada berhamburan dateng ke rumah. jadi rame… :D ada bude, pak de, yudha, adek, ellang, om mei, tante venty, didi, om andi, tante diah. 2 cucu paling kecil anaknya om andi sm tante diah nda dateng gr2 besok sekolah, jadi tidurnya cepat (dalam hati, “berati nda ada yang bisa dilempar2 malam ini :mrgreen: “).

nah, waktu lagi di belakang rame2 di depan TV, berkeluaranlah ucapan2 dari mulut masing2 (baca: ngobrol-susah amat mendefinisikannya-ha). dan sampailah ke materi pembicaraan yang berjudul “OSPEK”. apa sodara2? “OSPEK”? sekali lagi, dengan kompak, “OSPEK”.
Continue reading