<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Idup Semangat !!!</title>
	<atom:link href="http://awisawisan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://awisawisan.wordpress.com</link>
	<description>tulis! karena katanya lebih baik saat menulis daripada saat berbicara ... ^^</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Dec 2009 09:36:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='awisawisan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/57127d7269cfe25a45be9de476ad46a4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Idup Semangat !!!</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://awisawisan.wordpress.com/osd.xml" title="Idup Semangat !!!" />
		<item>
		<title>Hukum Gambar Bergerak</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/hukum-gambar-bergerak/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/hukum-gambar-bergerak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 09:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=525</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.
Tanya:
“Tentang gambar di televisi, apakah itu termasuk membuat gambar (tashwir) yang haram? Jika tidak termasuk membuat gambar yang haram lalu apa yang mengeluarkannya dari ruang lingkup haram menjadi mubah dan halal? Apakah gambar di TV itu termasuk kebutuhan vital (dharuri) ataukah karena alasan yang lain?”
Jawaban Syeikh Abdullah bin Jibrin-rahimahullahu-:
الذي أخرجه أنه [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=525&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bismillaahirrohmaanirrohiim.</p>
<p>Assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.</p>
<p><strong>Tanya:</strong></p>
<p>“Tentang gambar di televisi, apakah itu termasuk membuat gambar (<em>tashwir</em>) yang haram? Jika tidak termasuk membuat gambar yang haram lalu apa yang mengeluarkannya dari ruang lingkup haram menjadi mubah dan halal? Apakah gambar di TV itu termasuk kebutuhan vital (<em>dharuri</em>) ataukah karena alasan yang lain?”</p>
<p><strong>Jawaban Syeikh Abdullah bin Jibrin-rahimahullahu-:</strong></p>
<p>الذي أخرجه أنه غير مستقر و غير ثابت لأنه يمكن مسحه بخلاف التصوير الذي يرسم في الصحف فإنه ثابت لا يمكن أن يمسح بالإصبع و لا أن يسجل عليه.<br />
و حيث أن هذا إنما هو التقاط هذه الصور المتحركة أو نقل حركتها ثم بعدها تمسح من هذا الشريط و يسجل فيه غيره دل على أنها وإن كانت صورة في الظاهر لكنها غير ثابتة.</p>
<p>“Faktor yang membedakannya adalah gambar di TV itu gambar yang tidak paten dan tidak tetap karena gambar tersebut bisa dihapus. Hal ini berbeda dengan membuat gambar di kertas. Gambar ini paten karena tidak mungkin dihapus dengan jari atau ditindih dengan gambar yang lain.</p>
<p>Alasan yang lain gambar di TV itu hakikatnya adalah sekedar mengambil gambar yang bergerak atau memindah gerakan gambar yang bergerak. Kemudian gambar yang ada dalam kaset video itu bisa dihapus dan ditindih dengan gambar yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa gambar di TV itu meskipun secara lahiriah adalah gambar akan tetapi bersifat tidak permanen”</p>
<p>[Fatwa ini kami jumpai dalam buku yang berjudul <em>‘Ijabah al Sa-il ‘al Ahammi al Masa-il Ajwibah al ‘Allamah al Jibrin ‘ala As-ilah al Imarat</em>, hal 43-44, terbitan Maktabah al Ashalah wa al Turats, Emirat Arab tahun 2008 M. Fatwa ini disampaikan oleh Ibnu Jibrin pada tahun 1414 H sedangkan kata pengantar Ibnu Jibrin untuk buku tersebut ditulis pada tanggal 11 Syawal 1427 H].</p>
<p>Kami katakan bahwa termasuk gambar bergerak adalah <strong>gambar yang ada di VCD</strong>.</p>
<p>Wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.</p>
<p>sumber: <a href="http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak">http://ustadzaris.com/hukum-gambar-bergerak</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/525/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/525/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/525/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=525&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/hukum-gambar-bergerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulama Pun Bisa Bercanda</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/ulama-pun-bisa-bercanda/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/ulama-pun-bisa-bercanda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 09:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.
Dua tahun sebelum Syaikh Ibnu Utsaimin meninggal Syaikh Salim bin Sa’ad ath Thawil, salah seorang murid Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Seiring dengan memuji Allah, aku memiliki hubungan yang istimewa dan terus-menerus dengan Syeikh Ibnu Utsaimin. Hubungan ini terus terjalin kurang lebih selama delapan tahun. Setelah aku kembali ke Kuwait dan lulus dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=522&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bismillaahirrohmaanirrohiim.</p>
<p>Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.</p>
<p>Dua tahun sebelum Syaikh Ibnu Utsaimin meninggal Syaikh Salim bin Sa’ad ath Thawil, salah seorang murid Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Seiring dengan memuji Allah, aku memiliki hubungan yang istimewa dan terus-menerus dengan Syeikh Ibnu Utsaimin. Hubungan ini terus terjalin kurang lebih selama delapan tahun. Setelah aku kembali ke Kuwait dan lulus dari Universitas Ibnu Suud pada tahun 1407 atau 1987 hubunganku dengan beliau tidak pernah putus baik berupa kunjungan, komunikasi via telepon ataupun korespondensi.</p>
<p>Aku kembali menemui beliau pada tahun 1410 atau 1990 yaitu saat invasi Iraq ke Kuwait. Begitu melihatku, beliau menyambutku dengan sambutan yang luar biasa. Beliau bertanya kepadaku tentang keadaan Kuwait dan penduduknya. Beliau pun berdoa agar Allah menjaga orang tuaku dan keluargaku secara khusus serta penduduk Kuwait secara umun agar terjaga dari cobaan yang demikian besar tersebut.<br />
Setelah itu beliau mengundangku secara khusus untuk makan siang di rumah beliau. Kupenuhi undangan beliau. Yang menemaniku saat itu adalah Syeikh ‘Utsman bin Muhammad al Khumais. Aku memintakan izin kepada beliau agar Syeikh Utsman diperkenankan untuk ikut datang. Beliaupun mengizinkannya. Pertemuan ini kunilai dalam hidupku sebagai pertemuan yang sangat istimewa. Setiap kali, Aku mengingatnya aku banyak-banyak mengucapkan alhamdulillah.</p>
<p><span id="more-522"></span></p>
<p>Setelah beberapa tahun, beliau masih saja mengajar. Beliau juga memiliki dauroh ilmiah (semacam training, pent) selama liburan musim panas. Kutulis beberapa memo khusus yang ditujukan kepada beliau untuk beberapa orang yang hendak mengikuti dauroh tersebut agar beliau bisa memberikan tempat tinggal di asrama para peserta dauroh selama kajian liburan musim panas kepada orang yang membawa memo tersebut.</p>
<p>Di antara orang yang kukirim agar belajar langsung kepada beliau adalah Muhammad Khalil. Dia adalah seorang penuntut ilmu dari Nigeria. Sebelumnya dia belajar agama di Kuwait. Dia adalah seorang yang lembut, suka tersenyum dan bercanda. Syeikh Ibnu Utsaimin pun terkadang bercanda dengannya.<br />
Dia sendiri pernah bercerita kepadaku bahwa Syeikh Ibnu Utsaimin suatu hari pada saat kajian pernah bertanya kepadanya, “Wahai Muhammad Khalil apakah dulu ketika di Kuwait engkau sudah pernah belajar (baca:ngaji) dengan Syeikh (baca:ulama) di sana?”. Muhammad Khalil menjawab, “Ya, sudah pernah. Aku ngaji dengan Syeikh Salim bin Saad ath Thawil”. Seketika Syeikh berkata, “Jika demikian, engkau adalah cucuku!!”. Sambil guyon, Muhammad Khalil mengatakan, <em>“Jika syeikh apakah engkau pernah menikah dengan seorang perempuan Nigeria?!”</em>. <strong>Kontan, syeikh tertawa.</strong></p>
<p>Ketika Muhammad Khalil menyampaikan hal tersebut kepadaku maka aku sangat bahagia karena berarti beliau menganggapku sebagai anaknya.</p>
<p>Demi Allah, sungguh beliau itu lebih dari pada seorang ayah. Jika seorang ayah mengajari anaknya bagaimana cara makan, minum, istinja’, dan berbicara maka beliau mengajari anak didiknya tauhid, ibadah, akhlak, perilaku luhur, adab, berbuat baik kepada orang lain dan menjaga hubungan kekerabatan. Sampai-sampai sebagian ulama mengatakan,</p>
<p>إن فضل الشيخ على الطالب أكبر من فضل الأب على ابنه!!</p>
<p>“<em>Sesungguhnya jasa seorang guru kepada muridnya itu lebih besar dibandingkan jasa seorang ayah kepada anaknya</em>”</p>
<p>(Koran al Wathon Kuwait, Senin 17 Maret 2008 melalui http://www.al-sunna.net/articles/file.php?id=1163 )</p>
<p>sumber: <a href="http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda">http://ustadzaris.com/ulama-pun-bisa-bercanda</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/522/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/522/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/522/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=522&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/ulama-pun-bisa-bercanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membenci Pujian</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/membenci-pujian/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/membenci-pujian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 09:22:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=520</guid>
		<description><![CDATA[Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.
Seorang penyair arab kenamaan di masanya, Syaikh Dr. Muhammad Taqiyuddin Al Hilali pernah menulis untaian bait-bait syair panjang berisi pujian untuk Syaikh Ibnu Baz secara khusus dan kabilah Baaz secara umum. Ketika Syaikh bin Baaz mengetahui hal ini beliau menulis bantahan untuk untaian syair tersebut.
Beliau mengatakan,
“Aku telah mentelaah untaian syair yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=520&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bismillaahirrohmaanirrohiim.</p>
<p>Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.</p>
<p>Seorang penyair arab kenamaan di masanya, Syaikh Dr. Muhammad Taqiyuddin Al Hilali pernah menulis untaian bait-bait syair panjang berisi pujian untuk Syaikh Ibnu Baz secara khusus dan kabilah Baaz secara umum. Ketika Syaikh bin Baaz mengetahui hal ini beliau menulis bantahan untuk untaian syair tersebut.</p>
<p>Beliau mengatakan,</p>
<p>“Aku telah mentelaah untaian syair yang disebarluaskan oleh jurnal Jamiah Islamiah di India pada edisi yang ke-9 yang ditulis oleh yang terhormat Dr. Taqiyuddin Al-Hilali. Keberadaan untaian bait-bait syair tersebut sungguh sangat menggelisahkanku. Sunguh sangat kusayangkan bait-bait syair semacam itu ditulis oleh orang semisal beliau karena dalam bait-bait syair tersebut terkandung pujian yang berlebihan terhadapku dan kabilahku….<br />
Kunasehatkan kepada beliau yang terhormat agar tidak mengulangi perbuatan semacam itu lagi dan memohon ampun kepada Allah atas apa yang telah terjadi”.</p>
<p><span id="more-520"></span></p>
<p><strong>Renungkanlah akhlak seorang ulama sejati di atas</strong>, bagaimana beliau menyalahkan orang yang memuji dirinya. Perhatikan pula tutur kata beliau yang lembut tatkala menyalahkan orang lain. Dua sikap di atas adalah sikap yang sangat sulit kita dapatkan di zaman ini.</p>
<p>Alih-alih membenci pujian, banyak orang sekarang malah memburu pujian dari orang lain.<br />
Ketika mengkritik dan menyalahkan orang lain banyak orang yang tidak bisa mengontrol lisan dan emosinya. Hanya manusia pilihan Allah yang bisa tetap bertutur kata lembut ketika mengungkapan kejengkelannya dengan sikap orang lain yang tidak dia sukai.</p>
<p>Ada seorang penuntut ilmu agama yang menulis bait-bait syair pujian untuk Syaikh Ibnu Baz. Bait-bait syair tersebut dibacakan oleh Fahd Bakrani dari majalah Ad Dakwah di hadapan beliau.</p>
<p>Komentar beliau,</p>
<p>“Apakah engkau ingin memuatnya di majalah Ad Dakwah?”. “Jika engkau mengizinkannya wahai Syaikh”, kata Fahd. Syaikh Ibnu Baz mengatakan, ‘Jangan, jangan, jangan. Robek saja kertas itu. Robek saja!”.</p>
<p>Kemudian Syaikh Ibnu Baz memalingkan wajahnya ke arah lain, tidak lagi menghadap Fahd. Setelah itu beliau beristighfar dan berulang kali mengucapkan <em>laa haula wa laa quwwata illa billah </em>sambil roman wajah beliau berubah.</p>
<p>Pada tahun 1415H koran Al Madinah mengisi suplemen hari Rabu tentang Syaikh Ibnu Baz. Setelah materi suplemen sudah lengkap dan tinggal naik cetak Syaikh Ibnu Baz baru mengetahu hal tersebut. Begitu tahu beliau melarang munculnya suplemen tersebut. Permintaan beliau ini disampaikan berulang kali ke pihak surat kabar. Beliau sampaikan kepada pihak surat kabar bahwa seorang hamba itu membutuhkan keikhlasan dan menyembunyikan amal. Sehingga semoga Allah menerimanya. Pada akhirnya pihak surat kabar merespon positif permintaan beliau sehingga suplemen tersebut tidak jadi dicetak.</p>
<p>Beliau adalah seorang yang suka menyembunyikan berbagai amal shalih yang beliau lakukan namun Allah berketetapan untuk memunculkannya karena Dia mengetahui niat tulis yang beliau miliki dan kesungguhan beliau untuk berjihad di jalanNya. Hal ini bukanlah suatu hal yang aneh. Dalam hadits disebutkan,</p>
<p>عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحْبِبْهُ . فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ، فَيُنَادِى جِبْرِيلُ فِى أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ . فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى الأَرْضِ » .</p>
<blockquote><p>Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Jika Allah mencintai seseorang maka Allah memanggil Jibril dan berfirman, ‘Sungguh Allah mencintai fulan maka cintailah dirinya’. Jibril pun lantas mencintainya. Jibril kemudian berseru kepada para malaikat penghuni langit, ‘Sesungguhnya Allah mencintai fulan maka hendaknya kalian semua mencintainya’. Seluruh penduduk bumi pun lantas mencintainya. Setelah itu penduduk bumi juga mencintainya” (HR Bukhari no 5693 dan Muslim no 6873).</p></blockquote>
<p>Wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa baarokaatuh.</p>
<p>sumber: <a href="http://ustadzaris.com/membenci-pujian">http://ustadzaris.com/membenci-pujian</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/520/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/520/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/520/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=520&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/27/membenci-pujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bantahan Kepada yang Enggan Menyebut Dirinya Seorang Salafy</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/09/bantahan-kepada-yang-enggan-menyebut-dirinya-seorang-salafy/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/09/bantahan-kepada-yang-enggan-menyebut-dirinya-seorang-salafy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 05:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan :
Sebagian saudara kita para da’I mengatakan, ‘Saya menolak mengatakan ‘Saya seorang salafy’ karena khawatir orang memandangnya seperti sebuah hizbiyyah (kelompok)’. Apakah perkataan ini benar ataukah saya harus menjelaskan kepada orang apa itu salafiyyah?”.
Jawaban : Syaikh Al-Albany berkata,

Pernah terjadi dialog antara saya dan salah seorang penulis islamy yang bersama kita di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=516&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pertanyaan :</strong></p>
<p>Sebagian saudara kita para da’I mengatakan, ‘Saya menolak mengatakan ‘Saya seorang salafy’ karena khawatir orang memandangnya seperti sebuah hizbiyyah (kelompok)’. Apakah perkataan ini benar ataukah saya harus menjelaskan kepada orang apa itu salafiyyah?”.</p>
<p><strong>Jawaban : Syaikh Al-Albany berkata,</strong></p>
<p><strong><span id="more-516"></span></strong></p>
<p>Pernah terjadi dialog antara saya dan salah seorang penulis islamy yang bersama kita di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Saya berharap dari ikhwan kita para penuntut ilmu untuk menghapal dialog ini; karena manfaatnya sangat  penting sekali. Saya katakana kepadanya, (berikut ini kami susun dialog Syaikh dengan penulis tersebut).</p>
<p>Syaikh Al-Albany : Apabila seseorang bertanya kepadamu, ‘Apa mazhabmu? Apa jawabanmu?”.</p>
<p>Penulis Islamy : Muslim.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : Jawaban ini salah.</p>
<p>Penulis Islamy : kenapa?</p>
<p>Syaikh Al-Albany :  kalau seseorang bertanya kepadamu apa agamamu?</p>
<p>Penulis islamy : muslim.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : yang pertama tadi saya tidak bertanya apa agamamu, tapi yang saya tanyakan apa mazhabmu? Anda tentunya tahu bahwasanya di dunia islam hari ini ada mazhab-mazhab banyak sekali, dan anda sependapat dengan kami bahwa sebagiannya tidak termsuk ke dalam islam sedikitpun. Seperti mazhab Ad-Duruz, isma’iliyyah, alawiyyah dan lainnya. Namun begitu mereka tetap mengatakan ‘Kami adalah muslim’. Dan ada kelompok-kelompok lain, kita tidak mengatakan bahwa dia keluar dari islam, akan tetapi tidak diragukan lagi bahwasanya ia termasuk kelompoki-kelompok sesat yang dalam banyak masalah keluar dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Seperti Mu’tazilah, Khowarij, Murji’ah, dan Jabariyyah serta yang lainnya. Menurutmu, apakah ini ada atau tidak hari ini?</p>
<p>Penulis islamy : ya.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : kalau kita tanyakan kepada salah seorang mereka apa mazhabmu? Ia akan menjawab, “Muslim”. Engkau muslim  sama dengan dia yang juga mengaku muslim. Jadi kita ingin anda menjelaskan dalam jawabanmu apa mazhabmu setelah islam dan agamamu?</p>
<p>Penulis islamy : kalau begitu mazhabku Al-Kitab dan As-Sunnah.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : jawaban ini juga tidak cukup.</p>
<p>Penulis islamy : kenapa?</p>
<p>Syaikh Al-Albany : karena semua (firqoh/kelompok) yang kita sebutkan di atas mengaku bahwa mereka muslimun, dan tidak seorangpun dari mereka yang mengatakan, ‘Saya tidak berada di atas Al-Kitab dan As-Sunnah. Misalnya : apakah syi’ah mengatakan bahwa kami melawan Al-Kitab dan As-Sunnah? Bahkan mereka mengatakan : kami di atas Al-Kitab dan As-Sunnah, kalian yang menyimpang dari Al-Kitab dan As-Sunnah. Jadi ustadz .. tidak cukup anda mengatakan : saya muslim di atas kitab dan sunnah, harus ada satu perkara lagi yang digabungkan. Bagaimana menurut mu, apakah boleh kita memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman baru? Ataukah kita harus komitmen dalam memahami Al-Kitab dan As-Sunnah dengan mengikuti  jalan Salafush Sholeh?</p>
<p>Penulis islamy : itu harus.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : apakah anda meyakini bahwasanya pengikut-pengikut mazhab-mazhab lain yang kelaur dari islam, namun mengaku islam dan yang masih dalam lingkaran islam akan tetapi menyimpang dalam sebagian hukum-hukumnya. Apakah anda yakin bahwasanya mereka mengatakan seperti yang anda dan saya katakana, “Kami berada di atas kitab dan sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh?</p>
<p>Penulis islamy : tidak, mereka tidak sama dengan kita.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : jika demikian, tidak cukup anda mengatakan saya di atas kitab dan sunnah, harus ada gabungan lain.</p>
<p>Penulis islamy : ya.</p>
<p>Syaikh Al-Albany : jadi semestinya anda mengatakan  di atas Al-Kitab dan As-Sunnah dan di atas manhaj salafush sholeh. Sekarang kita sampai kepada intinya …</p>
<p>Syaikh Al-Albany <a name="_ftnref1" href="http://abuzubair.net/?p=306#_ftn1">[1]</a> : apakah ada satu kata dalam bahasa arab yang menyatukan semua kalimat yang kita sebutkan di atas; muslim, di atas kitab dan sunnah, dan manhaj salafush sholeh, misalnya kalimat “saya seorang salafy”?</p>
<p>Penulis islamy : memang benar demikian.</p>
<p>Syaikh Al-Albany berkata, “Dia pun menyerah. Inilah jawabannya, apabila seseorang mengingkari masalah ini sampaikan kepadanya seperti apa yang kita sebutkan tadi ‘mazhab anda apa? Ia akan menjawab : muslim ..dan teruskan lanjutan dialog bersamanya. Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Alla ilaaha illa Anta, astaghfiruka wa Atuuba Ilaika.</p>
<p>(diterjemahkan dari : http://www.alsalafway.com/cms/news.php?action=news&amp;id=1962)</p>
<p dir="rtl"> </p>
<p dir="rtl"> </p>
<hr size="1" /><a name="_ftn1" href="http://abuzubair.net/?p=306#_ftnref1">[1]</a> Disini syaikh Al-Albany berkata, “Saya berkata kepadanya dan dia adalah seorang ahli sastra dan penulis”.</p>
<p>sumber: <a href="http://abuzubair.net/?p=306" target="_blank">http://abuzubair.net/?p=306</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=516&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/09/bantahan-kepada-yang-enggan-menyebut-dirinya-seorang-salafy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musibah Seberat Apa Yang Sedang Menimpamu?</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/musibah-berat-apa-yang-sedang-menimpamu/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/musibah-berat-apa-yang-sedang-menimpamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 10:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
teringat saya dalam sebuah kajian bertema &#8220;Misteri Kematian Rasulullah, sholallaahu &#8216;alayhi wasallam&#8221; di Komplek Gema Pesona, Depok, masjid Al Fauzhin, pada Ahad, 29 November 2009,
dalam bagian muqadimahnya, Al Ustadz Abu Usamah, hafizhohullaahu ta&#8217;ala, bertanya kepada jama&#8217;ahnya. musibah berat apakah yang mungkin sedang menimpa para jama&#8217;ahnya pada saat itu?
dan lalu ia berkata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=506&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" title="sabar" src="http://www.psychologytoday.com/files/u115/patience.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<p style="text-align:left;">bismillaahirrohmaanirrohiim</p>
<p style="text-align:left;">assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
<p>teringat saya dalam sebuah kajian bertema &#8220;Misteri Kematian Rasulullah, sholallaahu &#8216;alayhi wasallam&#8221; di Komplek Gema Pesona, Depok, masjid Al Fauzhin, pada Ahad, 29 November 2009,</p>
<p>dalam bagian muqadimahnya, Al Ustadz Abu Usamah, hafizhohullaahu ta&#8217;ala, bertanya kepada jama&#8217;ahnya. musibah berat apakah yang mungkin sedang menimpa para jama&#8217;ahnya pada saat itu?</p>
<p>dan lalu ia berkata, menukil sebuah hadits, bahwa musibah terberat yang menimpa anda saat itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan musibah wafatnya sang uswatun hasanah, Rasulullaah Muhammad sholallaahu &#8216;alayhi wasallam.</p>
<p>“<em>Jika salah seorang dari kalian ditimpa suatu musibah maka hendaklah dia mengingat musibah yang ia alami dengan kematianku, sesungguhnya itu adalah musibah terbesar.</em>“ [<em>Ath-Thabrani, Al-Kabir &amp; As-Silsilah Ash-Shahihah No. 1106</em>]</p>
<p>Abu Umar bin Abdul Barr berkata:<br />
<em>&#8220;Rasulullah telah berkata benar, karena musibah dengan meninggalnya Rasulullah lebih besar dari pada setiap musibah yang menimpa seorang muslim setelah Rasulullah sampai hari kiamat, terputusnya wahyu dan matinya kenabian. Dan kejelekan yang pertama kali muncul adalah dengan murtadnya bangsa Arab dan selain mereka. Dengan meninggalnya Rasulullah ini adalah awal terputusnya kebaikan dan awal berkurangnya kebaikan.&#8221;</em></p>
<p>jadi, seberat apakah musibah seberat apakah yang sedang saya, atau anda alami? ^^</p>
<p>semoga allah karuniakan sabar yang baik kepada kita terhadap semua musibah yang menimpa.</p>
<p>wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=506&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/musibah-berat-apa-yang-sedang-menimpamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.psychologytoday.com/files/u115/patience.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sabar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ganti Ringtone HP</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/dilema-ringtone-hp/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/dilema-ringtone-hp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,
bapak-bapak, ibu-ibu, saudara saudariku seiman di jalan Allah, siapa kah yang ringtone HP nya masih bernada alunan musik? ^^
“Dan diantara manusia (ada) orang yang memepergunakan kata-kata untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan, mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (QS Luqman: 6)
Dalam Tafsir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=500&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="aligncenter" title="ringtone hp" src="http://www.mediabistro.com/mobilecontenttoday/original/ringtone.gif" alt="" width="330" height="300" /></p>
<p style="text-align:left;">bismillaahirrohmaanirrohiim</p>
<p style="text-align:left;">assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,</p>
<p>bapak-bapak, ibu-ibu, saudara saudariku seiman di jalan Allah, siapa kah yang ringtone HP nya masih bernada alunan musik? ^^</p>
<p>“Dan diantara manusia (ada) orang yang memepergunakan kata-kata untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikan jalan Allah sebagai olok-olokan, mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (QS Luqman: 6)</p>
<p>Dalam Tafsir Al-Qur-anil ‘Azhim Al-Hafidz Ibnu Katsir juga menegaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan orang-orang yang enggan mengambil manfaat dari (mendengarkan) Al-Qur’an. Kemudian berupaya untuk mendengarkan musik dan nyanyian dengan segala irama dan perantinya. Rasulullah sholallaahu &#8216;alayhi wasallam juga telah memperingatkan umatnya dari fitnah musik Di antara sabda beliau sholallaahu &#8216;alayhi wasallam adalah : “Benar &#8211; benar akan ada sekelompok orang dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan musik/alat musik. Merkeka tinggal di puncak gunung, setiap sore seorang pengembala membawa (memasukkan) hewan ternak mereka ke kandangnya. ketika datang kepada mereka seorang fakir untuk suatu kebutuhannya, berkatalah mereka kepada si fakir: ‘Besok sajalah kamu kembali’ maka di malam harinya Allah ta&#8217;ala mengadzab mereka dengan ditumpahkannya gunung tersebut kepada mereka atau digoncang dengan sekuat-kuatnya, sementara yang selamat dari mereka Allah ubah menjadi monyet dan babi sehingga hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari dalam shahih-nya, no.5590 dari sahabat Abu Amir (Abu Malik) Al-Asy’ari]</p>
<p>wa na&#8217;udzubillaah&#8230;</p>
<p>nah, maka berikut ada link untuk mendownload ringtone HP, bisa dipilih banyak ringtone yang berupa suara-suara. ada yang suara horor [sungguh seru jika suara ini dijadikan alarm ^^], ada yang suara hujan, petir, omongan manusia, suara binatang, dan lain2&#8230; yang jelas jauh dari nada2 musik yang konon adalah seruling syaithon&#8230; (berasa lagi gelar jualan sahaja saya) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ini linknya: <a href="http://www.zedge.net" target="_blank">www.zedge.net</a></p>
<p>sebenarnya lebih enak download langsung lewat HP. tapi mo download lewat kompi atau lepi juga bisa. semoga bermanfaat bagiku dan bagi semuanya.</p>
<p>wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh,</p>
<p><em>NB:</em></p>
<p><em><span style="font-style:normal;"><em><span style="font-style:normal;"><em>oh iya, <span style="font-style:normal;"><em>tapi di situs ini masih ada juga yang musik2nya,</em></span></em></span></em></span></em></p>
<p><em><span style="font-style:normal;"><em><span style="font-style:normal;"><em><span style="font-style:normal;"><em><span style="font-style:normal;"><em>tp yang non musik juga banyak, <span style="font-style:normal;"><em>jadi pandai2 lah memilihnya, saudara-saudariku,</em></span></em></span></em></span></em></span></em></span></em></p>
<div><em>okeh! ^^</em></div>
<div><em>barokallaahu lakum&#8230;</em></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=500&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/dilema-ringtone-hp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediabistro.com/mobilecontenttoday/original/ringtone.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ringtone hp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Magic Box</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/the-magic-box/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/the-magic-box/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[
bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
rasa-rasanya hati sering gelisah, menyaksikan atau mengetahu saudara saudari yang berhobi menjalani waktu di hari-hari, pekan-pekan, dan bulan-bulan mereka di depan televisi. terkadang tampak menetes air mata mereka menyaksikan adegan-adegan tertentu dari sebuah kotak ajaib yang mereka sebut televisi. mereka menyaksikan sinetron. sebuah acara drama fiksi, yang menurut saya, sungguh ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=494&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="buang saja tv nya :p" src="http://farm1.static.flickr.com/4/4272852_fa4b4a45f4.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
<p>bismillaahirrohmaanirrohiim<br />
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
<p>rasa-rasanya hati sering gelisah, menyaksikan atau mengetahu saudara saudari yang berhobi menjalani waktu di hari-hari, pekan-pekan, dan bulan-bulan mereka di depan televisi. terkadang tampak menetes air mata mereka menyaksikan adegan-adegan tertentu dari sebuah kotak ajaib yang mereka sebut televisi. mereka menyaksikan sinetron. sebuah acara drama fiksi, yang menurut saya, sungguh ia tidak bermanfaat dan hanya menghabiskan waktu. iya baiklah, sama saja kayak nonton sirkus (semoga allah lindungi kita dari hal-hal yang tidak bermanfaat dan menghabiskan waktu ^^ ). ceritanya tak nyata, aksinya pura-pura, banyak ikhtilathnya, banyak musiknya, banyak aurot bertebarannya, menyia-nyiakan waktu dari urusan yang lebih penting, melalaikan waktu berkualitas dengan keluarga atau kerabat lain, membuat diri tahan untuk berlama-lama duduk di depannya. belum lagi celetukan-celetukan penonton yang biasanya hadir, &#8220;ih, artis fulanah jelek banget mainnya. eh dia kan kemarin baru kena gosip ini, pantas aja mainnya jelek&#8230;&#8221;, &#8220;ih, benci melihat si fulan itu, jahat bener jadi orang!&#8221;, dan semacamnya. masya allah&#8230;</p>
<p>&#8220;Diriwayatkan dari Abi Hurairah radhiyallah &#8216;anhu , ia berkata bahwa Rasulullah sholallaahu &#8216;alayhi wasallam telah bersabda: &#8220;Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat baginya.&#8221; (HR At-Tirmidzi dan periwayat lainnya).<br />
Imam An-Nawawi rahimahullah (wafat 676H) mengatakan dalam kitabnya, &#8220;Al-Arba&#8217;in&#8221; bahwa hadits ini derajatnya hasan. Syaikh Salim Al-Hilali mengatakan dalam kitab Shahih al-Adzkar wa dh&#8217;ifuhu bahwa hadits ini shahih lighairihi (shahih karena adanya riwayat lainnya). Kesimpulannya, hadits ini benar adanya dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam .</p>
<p>lalu bagaimana pula dengan sinetron atau film-film atau mungkin cerita yang katanya untuk da&#8217;wah? entahlah, tp saya pribadi tak merasa pas jika film digunakan untuk sarana da&#8217;wah. karena tetap ada campur baur disana. nanti kemuidian artis wanitanya dengan mudah di saksikan mata-mata orang di televisi, dan semacamnya. jadi rasanya belum pas saja, begitu.</p>
<p style="text-align:left;">ingin saya hadirkan disini, pendapat para ulama yang lebih adil dan berdasarkan ilmu, bukan hanya berdasarkan &#8217;saya pikir begini, saya pikir begitu&#8217;, tentang perkara-perkara ini, semoga ia menjadi manfaat&#8230; ^^<br />
selamat membaca.<br />
<span id="more-494"></span><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>***</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong><strong>HUKUM MENONTON SINETRON DI TELEVISI</strong></p>
<p style="text-align:left;"><em>Oleh: Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan</em></p>
<p>Soal:<br />
Apakah hukum menonton acara sinetron berseri yang disiarkan di televisi?</p>
<p>Jawab:<br />
Wajib bagi seorang muslim untuk menjaga waktunya dengan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya, karena dia bertanggung jawab dengan waktu yang dia habiskan. Bagaimana dia habiskan waktu tersebut?</p>
<p>Allah taíala berfirman, yang artinya:<br />
&#8220;Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir&#8221; (QS Faatir: 37)</p>
<p>Dan di dalam hadits (riwayat At Tirmidzi), disebutkan di hari akhir nanti tentang seseorang yang akan ditanya tentang kehidupannya dan waktu yang dia habiskan.</p>
<p>Menonton sinetron menghabiskan waktu, sehingga tidak sepantasnya seorang muslim menyibukkan diri menontonnya. Apabila di dalam sinetron tersebut terdapat perkara-perkara yang haram, maka menontonnya pun haram seperti: wanita yang berhias dan bertabarruj (tidak berhijab, menampakkan kecantikannya di hadapan selain mahram ñpent), musik dan nyanyian, dan juga sinetron yang mengandung ajaran/pemikiran yang rusak, yang jauh dari tuntunan agama dan akhlak yang mulia. Begitu juga sinetron yang menampilkan perilaku yang tidak tahu malu dan merusak akhlak. Sinetron semacam ini tidak boleh ditonton.</p>
<p><em>(Diterjemahkan dari Al Muntaqa min Fatawa Syaikh Fauzan, juz 3 nomor 516 untuk blog http://ulamasunnah.wordpress.com)</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>***</strong></p>
<p><strong>HUKUM TELEVISI</strong></p>
<p><em>Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</em></p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : &#8220;Bagaimanakah hukum Televisi sekarang ini?</p>
<p>Jawaban.<br />
&#8220;Televisi sekarang ini tidak diragukan lagi keharamannya. Sesungguhnya televisi merupakan sarana semacam radio dan tape recorder dan ia seperti nikmat-nikmat lain yang Allah karuniakan kepada para hambaNya. Sebagaimana Allah telah berfirman: &#8220;Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.&#8221; Pendengaran adalah<br />
nikmat, penglihatan adalah nikmat, demikian juga kedua bibir dan lisan. Akan tetapi kebanyakan nikmat-nikmat ini berubah menjadi adzab bagi pemiliknya karena mereka tidak mempergunakannya untuk hal-hal yang dicintai Allah. Radio, televise dan tape recorder saya kategorikan sebagai nikmat, akan tetapi kapankah ia menjadi nikmat ? yaitu ketika ia diarahkan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat. Televisi dewasa ini 99 % di dalamnya menyiarkan kefasikan, pengumbaran hawa nafsu, kemaksiatan, lagu-lagu haram dan seterusnya, dan 1 % lagi disiarkan hal-hal yang terkadang bisa diambil manfaatnya oleh sebagian orang.<br />
Maka faktor yang menentukan adalah hukum umum (faktor mayoritas yang ada dalam siaran televisi tadi), sehingga ketika didapati suatu negeri Islam sejati yang meletakkan manhaj / metode ilmiah yang bermanfaat bagi umat (dalam siaran televisi) maka ketika itu saya tidak hanya mengatakan<br />
televisi itu boleh hukumnya, bahkan wajib.</p>
<p><em>[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi I/VI/1422H-2002M]</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>***</strong></p>
<p><strong>HUKUM MENDENGARKAN MUSIK DAN LAGU SERTA MENGIKUTI SINETRON</strong></p>
<p><em>Oleh Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin</em></p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ?</p>
<p>Jawaban<br />
Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta?ala berfirman. Artinya : &#8220;Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan?&#8221; [Luqman : 6]</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud dalam menafsirkan ayat ini berkata : &#8220;Demi Allah, yang tiada tuhan selain-Nya, yang dimaksudkan adalah lagu&#8221;. Penafsiran seorang sahabat merupakan hujjah dan penafsirannya berada di<br />
tingkat tiga dalam tafsir, karena pada dasarnya tafsir itu ada tiga. Penafsiran Al-Quran dengan ayat Al-Quran, Penafsiran Al-Quran dengan hadits dan ketiga Penafsiran Al-Quran dengan penjelasan sahabat. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa penafsiran sahabat mempunyai hukum rafa&#8217; (dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu ?alaihi wa sallam). Namun yang benar adalah bahwa penafsiran sahabat tidak mempunyai hukum rafa&#8217;, tetapi memang<br />
merupakan pendapat yang paling dekat dengan kebenaran.<br />
Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam haditsnya. Artinya : &#8220;Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik.&#8221;<br />
Maksudnya, menghalalkan zina, khamr, sutera padahal ia adalah lelaki yang tidak boleh menggunakan sutera, dan menghalalkan alat-alat musik. [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy'ari atau Abu Amir Al-Asy'ari]</p>
<p>Berdasarkan hal ini saya menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yang menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti. Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena bisa menyebabkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata setiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi prilakunya dan akhlaknya.</p>
<p>Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar menjaga kaum muslimin dari keburukannya dan agar memperbaiki pemerintah kaum muslimin, karena kebaikan mereka akan memperbaiki kaum muslimin. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p><em>[Fatawal Mar'ah 1/106]<br />
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan]</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>***</strong></p>
<p><strong>HUKUM DAN PENGARUH TELEVISI TERHADAP ANAK</strong></p>
<p><em>Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin</em></p>
<p>Pertanyaan.<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Di antara fakta negatif yang menyebar di mana-mana, televisi hampir selalu hadir di setiap hunian. Padahal layar TV menayangkan :<br />
[1]. Acara nyanyian dan musik dengan segala instrumennya<br />
[2]. Serial kriminalisme<br />
[3]. Kisah-kisah mitos dan khayalan<br />
[4]. Teater/drama yang diperankan laki-laki dan perempuan<br />
[5]. Pengaburan sejarah Islam dan kaum Muslimin dan orang shalih, dengan tampilnya wanita-wanita yang tidak menutup auratnya, ini bisa dilihat dalam serial sejarah.<br />
[6]. Film/sinetron dengan tema perselingkuhan dalam keluarga<br />
[7]. Tampilnya wanita dengan membuka aurat, menampakkan perhiasan,<br />
munculnya penyanyi wanita atau artis, dan lainnya.<br />
[8]. Si sela-sela program tersebut ; dibacakan Al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits Nabi atau ceramah agama.<br />
[9]. Memvisualkan sahabat Nabi.<br />
Kalau kita sudah mengetahui bahwa Idza&#8217;atil Quran Karim (sebuah stasiun<br />
radio) menyajikan program-program agama yang lebih baik dan lebih banyak dari apa yang ditayangkan TV, bahkan mengalahkan program-program berita baik lokal maupun internasional, jika kita telah mengetahui semua ini, maka :<br />
[a]. Apakah boleh memiliki TV, hingga sampai (disaksikan) oleh mereka yang lemah pemahamannya dari kalangan wanita dan anak-anak. Mereka menyaksikannya sehingga tercampur antara yang hak dan batil?<br />
[b]. Apakah boleh melihat wanita, remaja-remaja yang klimis (tidak<br />
berjenggot) dan tampan, juga mereka yang kadang-kadang berpenampilan banci yang bertentangan dengan kelelakian ?<br />
[c]. Apa yang harus dipikul oleh orang yang terpaksa memilikinya atau yang mengatakan : Saya tidak bisa mengeluarkan TV dari rumah ?<br />
[d]. Apakah dibolehkan memilikinya bagi yang mengatakan : Susah untuk mencegahnya dari nyanyian, perempuan, dan musik yang merupakan program<br />
tayangan (rutin), atau semisalnya?<br />
[e]. Apakah program-program yang saya sebutkan sesuai dengan syari?at Islam?<br />
[f]. Secara umum, apakah boleh bagi laki-laki maupun perempuan menonton acara-acara tersebut?</p>
<p>Jawaban.<br />
Tujuh point pertama dari program TV yang anda sebutkan tidak diragukan lagi keharamannya. Orang yang memahami syariah Islam dan sumber hukumnya tidak akan ragu atau bimbang terhadap haramnya hal ini karena daya rusaknya terhadap agama, moral, keamanan dan masyarakat. Semoga Allah memberikan taufik kepada para penanggung jawab TV untuk menjauhinya demi tercapainya kebaikan dan keselamatan serta menjauhi sebab-sebab kejahatan dan fitnah.<br />
Masuknya selingan program Al-Qur?an dan acara-acara keagamaan dalam rangkaian acara tersebut adalah salah satu bentuk kombinasi antara dua hal yang saling berlawanan. Dan membeli TV untuk menyaksikan apa yang disebutkan diatas jelas haram. Sebab menonton perbuatan haram hukumnya juga haram. Karena itulah, siapa saja yang memiliki TV dan mengetahui atau menurut dugaannya bahwa dirinya tidak mampu menjauhi tayangan tersebut, berarti dia telah bersikeras dan ngotot dalam (melakukan) sesuatu yang haram.<br />
Demikian pula orang yang membelinya untuk keluarga dan anak-anaknya yang tidak bisa menghindari dari hal-hal (yang diharamkan) tersebut meski ia<br />
sendiri tidak ikut menyaksikannya- maka dia tetap berdosa karena telah memfasilitasi untuk suatu yang haram, dan termasuk satu bentuk pendidikan yang buruk yang akan dia pertanggung jawabkan di akhirat. Sementara menonton TV tanpa memilikinya secara pribadi ada tiga macam:<br />
[1]. Menyaksikan tontonan yang bermanfaat bagi agama dan dunianya, hal ini tidak masalah kecuali jika bisa menyeret pada suatu yang haram, seperti seorang wanita yang asyik memandangi presenter laki-laki.<br />
[2]. Menonton tayangan yang berbahaya terhadap agama. Ini haram, karena seorang mukmin wajib memelihara agamanya dari bahaya.<br />
[3]. Melihat acara yang tidak bermanfaat juga tidak berbahaya. Tindakan ini termasuk laghwun (sia-sia) dan tidak layak seorang mukmin yang<br />
berkemauan keras menyia-nyiakan waktu dengan acara seperti itu.</p>
<p>Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan memelihara mereka dari kejahatan dunia dan akhirat.</p>
<p><em>[Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa Islamiyah 4/371]<br />
[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa?id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]</em></p>
<p style="text-align:center;"><strong>***</strong></p>
<p><strong>MENINGGALKAN TELEVISI BUKANLAH SIKAP EKSTRIM, TAPI BENTUK PENJAGAAN TERHADAP KELUARGA</strong></p>
<p><em>Oleh: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan</em></p>
<p>Soal:<br />
Sebagian orang yang dikenal kebaikannya memasukkan televisi ke dalam rumahnya dan berkata bahwa dia tidak ingin dituduh sebagai orang yang ekstrim/terlalu mengekang. Apa nasehatmu wahai fadhilatus Syaikh?</p>
<p>Jawab:<br />
Meninggalkan televisi bukanlah sikap yang ekstrim. Hanya saja ini sikap menjaga agama, keluarga dan anak-anak. Ini adalah bentuk menjauhi diri dari sebab-sebab kemudaratan.</p>
<p>Karena hadirnya televisi di rumah menyebabkan kemudaratan bagi anak-anak, para wanita, bahkan kepada kepala keluarga itu sendiri.</p>
<p>Siapa yang merasa aman dari fitnah (ujian/bahaya yang mengancam dunia dan akhirat seseorang-pent)?</p>
<p>Semakin selamat seseorang dari sebab-sebab fitnah, maka ini lebih baik baginya sekarang atau di masa depan. Dan tidaklah meninggalkan televisi merupakan bentuk sikap ekstrim/terlalu mengekang. Ini adalah bentuk penjagaan.</p>
<p><em>(Diterjemahkan dari Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Fauzan, soal nomor: 127. Sumber: www.anakmuslim.wordpress.com)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=494&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/the-magic-box/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/4/4272852_fa4b4a45f4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buang saja tv nya :p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pantaslah&#8230;</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/pantaslah/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/pantaslah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 04:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/pantaslah/</guid>
		<description><![CDATA[bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
^^
ada cerita nyata yang baru tadi saya ketahui. bermula dari si A bertemu dengan si B yang baru dikenalnya, untuk menunaikan sebuah urusan. sungguh baru saja dikenalnya. lewat sebuah waktu tempuh, biaya, dan tenaga yang mungkin tidak juga sedikit. bertemulah mereka, dan kemudian si A merasa tidak mengapa atas segala pengorbanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=492&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>bismillaahirrohmaanirrohiim<br />
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
<p>^^</p>
<p>ada cerita nyata yang baru tadi saya ketahui. bermula dari si A bertemu dengan si B yang baru dikenalnya, untuk menunaikan sebuah urusan. sungguh baru saja dikenalnya. lewat sebuah waktu tempuh, biaya, dan tenaga yang mungkin tidak juga sedikit. bertemulah mereka, dan kemudian si A merasa tidak mengapa atas segala pengorbanan yang telah dilakukannya dan terhabiskan darinya. hanya karena si B adalah seorang yang berakhlak baik. ia berlaku baik terhadap sesama. dan menghormati orang lain.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="melati" src="http://gracemagazine.files.wordpress.com/2007/04/jasmine480.jpg?w=480&#038;h=383" alt="" width="480" height="383" /></p>
<p><span id="more-492"></span></p>
<p>senang hati rasanya mengetahui yang demikian. pandanglah orang-orang di sana dalam setiap aksi-aksi kecil&#8230;<br />
mereka yang senang mendapat senyuman walau dari orang yang tak mereka kenal, sehingga mereka senantiasa memberi senyum terbaik mereka pada orang yang juga tidak mereka kenal.<br />
mereka yang tak suka jika seseorang berbicara buruk pada mereka, sehingga mereka hanya mengucapkan prakata yang baik kepada setiap orang, yang dikenalnya atau tidak.<br />
mereka yang tak suka wanita-wanita keluarga mereka diganggu oleh orang iseng di jalan sehingga mereka menjaga diri dari iseng mengganggu wanita yang mereka temui.<br />
mereka yang berpikir bahwa ia tentu senang seseorang menawarkannya bantuan, maka tak pernah ada kata tidak dari lisannya saat seorang datang padanya memohon bantuan.<br />
mereka yang senang saat mereka diberlakukan baik saat menjadi tamu, sehingga mereka berlaku baik pula pada setiap tamu yang singgah ke rumah-rumah mereka.<br />
mereka yang tak suka ibu, nenek mereka berletih berdiri di kereta atau angkutan, sehingga mereka selalu menyilakan tempat duduk mereka bagi wanita-wanita tua yang berdiri di kereta atau angkutan.<br />
mereka yang berfikir bahwa senyum hanya dengan memamerkan gigi itu terlihat kurang indah, sehingga mereka hanya tersenyum dari hati, dan sesungguhnya membuat mereka begitu indah.</p>
<p>ini sebenarnya bukan tentang pamrih,<br />
hanya berfikir mereka senang mendapat perlakuan baik, maka apa salahnya jika mereka melakukan kebaikan untuk orang?<br />
tak apalah jika tidak dibalas setimpal dari orang yang dibaiki,<br />
maka semoga allah ganti mereka dengan yang lebih baik,<br />
semoga allah balas dengan kebaikan demi kebaikan dalam hidup dan langkahnya.<br />
kebaikan yang tak habis untuk setiap perkara.<br />
yang akan jadikan ia lebih baik lagi dalam berhubungan dengan manusia dan Rabb nya.</p>
<p>mereka yang merasa bahwa jika mereka senang dibaiki oleh orang, maka seharusnya mereka berbuat baik pula pada orang&#8230;</p>
<p>bertingkah baik tak perlu lah dari hal-hal besar semacam membelikan sebuah helikopter keluaran china padanya&#8230;<br />
tapi rupanya bisa dari hal-hal kecil,<br />
banyak hal kecil,<br />
dari indahnya akhlaq pada sesama&#8230;<br />
dari senyum yang asalnya dari hati, bukan hanya dari gigi&#8230;<br />
dan lain-lain,<br />
dan lain-lain,<br />
dan lain-lain,</p>
<p>dan pantaslah allah mencintai orang-orang yang berbuat baik,<br />
&#8220;dan allah mencintai orang-orang yang berbuat baik&#8221;</p>
<p>semoga allah sampaikan umat pada kondisi kebaikan akhlaq yang demikian. dan dengan begitu, semoga allah semakin cinta pada mereka.<br />
allaahumma aamiin.<br />
wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/492/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/492/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/492/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=492&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/12/02/pantaslah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gracemagazine.files.wordpress.com/2007/04/jasmine480.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">melati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Begitu Sederhana, Hafalannya Luar Biasa</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 06:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
Syaikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat tidak perhatian dengan dunia sebagaimana yang bisa kita ketahui dari keadaan beliau. Terlebih jika kita tahu bahwa beliau itu tidak memiliki rumah!!!.
Dr Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena rumah tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=483&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
<p>Syaikh Ibnu Baz adalah seorang yang sangat tidak perhatian dengan dunia sebagaimana yang bisa kita ketahui dari keadaan beliau. Terlebih jika kita tahu bahwa beliau itu tidak memiliki rumah!!!.</p>
<p>Dr Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena rumah tersebut biasanya cuma disewa. Komentar beliau,</p>
<blockquote><p>“Palingkan pandanganmu dari topik ini. Sibukkan dirimu untuk mengurusi kepentingan kaum muslimin”.</p></blockquote>
<p><span id="more-483"></span>Suatu ketika Raja Faishal berkunjung ke kota Madinah dan Syeikh Ibnu Baz ketika itu adalah<strong> rektor Universitas Islam Madinah</strong>. Ketika itu raja Faishal berkunjung ke rumah Syeikh Ibnu Baz. Saat itu raja Faishal berkata kepada beliau,</p>
<blockquote><p>“Kami akan bangunkan rumah yang layak untukmu”.</p></blockquote>
<p>Menanggapi hal tersebut, beliau hanya diam dan tidak berkomentar. Akhirnya rumah pun dibangun. Ketika panitia pembangunan mau membuat surat kepemilikan rumah atas nama Syeikh Ibnu Baz beliau berkata,</p>
<blockquote><p>“Jangan. Buatlah surat kepemilikan rumah tersebut atas nama rektor Universitas Islam Madinah sehingga jika ada rektor baru penggantiku maka inilah rumah kediamannya”.</p></blockquote>
<p>Syeikh Ibnu Baz itu memiliki daya ingat yang luar biasa. Jika kita bertemu dan mengucapkan salam kepada beliau dan kita pernah mengucapkan salam kepada beliau beberapa tahun sebelumnya maka beliau pasti masih mengenal kita.</p>
<p>Bahkan ada orang yang bercerita bahwa dia bertemu dan mengucapkan salam kepada Syeikh Ibnu Baz setelah lima belas tahun ternyata Syeikh Ibnu Baz masih ingat dengan namanya.</p>
<p>Akan tetapi yang lebih mengherankan adalah kemampuan beliau untuk menghafal jilid dan halaman buku. Bahkan beliau bisa mengoreksi beberapa buku dengan bermodalkan hafalan beliau.</p>
<p>Syeikh Syinqithi, penulis <em>Adhwa-ul Bayan</em>, itu tergolong guru Syeikh Ibnu Baz. Beliau adalah seorang pakar dalam ilmu syar’i dengan kekuatan hafalan yang tidak tertandingi. Syeih Ibnu Baz sering menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Syiekh Syinqithi. Beliau kagum dengan cepatnya Syeikh Syinqithi dalam penyampaiannya. Dalam salah satu kaset Syeikh Ibnu Baz mengungkapkan kekagumannya dengan mengatakan, “<em>Maa syaallah. Maa syaallah</em>”.</p>
<p>Satu hari Syeikh Syinqithi sejak usai shalat Shubuh sampai watu dhuha mencari-cari sebuah hadits yang dinyatakan oleh Ibnu Katsir ada dalam sunan Abu Daud. Beliau bolak-balik kitab sunan Abu Daud namun beliau tidak kunjung mendapatkannya. Syeikh Syinqithi berkata,</p>
<blockquote><p>“Aku tidak menyalahkan Ibnu Katsir namun aku belum mendapatkannya. Ketika aku sedang asyik mencari tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Aku lantas berdiri dan membuka pintu”.</p></blockquote>
<p>Ternyata Syeikh Ibnu Baz yang datang bertamu. Ketika Ibnu Baz masih di depan pintu dan belum masuk ke dalam rumah, Syeikh Syinqithi berkata,</p>
<blockquote><p>“Ya Syekh Abdul Aziz, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa hadits yang bunyinya demikian dan demikian itu ada di Sunan Abu Daud. Sejak usai shalat Shubuh kucari-cari hadits tersebut namun tidak kudapatkan. Di manakah hadits tersebut?”.</p></blockquote>
<p>Syeikh Ibnu Baz berkata,</p>
<blockquote><p>“Ada…ada di kitab ini halaman sekian”.</p></blockquote>
<p>Syeikh Syinqithi,</p>
<blockquote><p>“Sekarang silahkan masuk ya Syeikh”.</p></blockquote>
<p>Syeikh Ibnu Baz memiliki daya ingat yang luar biasa. Ini disebabkan tentunya karunia Allah kemudian beliau adalah seorang yang tidak pernah lepas dari berdzikir. Lisan beliau selalu basah untuk berdzikir mengingat Allah. Beliau senantiasa berdzikir. Ini adalah sebuah realita yang bisa disaksikan oleh orang yang bertemu dengan beliau meski sejenak.</p>
<p>Syeih Ibnu Baz mulai mengisi kajian dan menyebaran ilmu sejak belia. Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh sebuah majalah yang bernama al Majallah dengan Ibnu Baz terdapat dialog sebagai berikut.</p>
<p>Al Majallah, “Sungguh engkau adalah seorang hakim akan tetapi engkau mendapatkan popularitas yang luas berbagai dengan para hakim yang lain. Apa rahasianya?”<br />
Jawaban beliau,</p>
<blockquote><p>“Kami bertugas sebagai hakim. Setelah jam kerja berakhir kami mengisi berbagai kajian. Kami adakan berbagai kajian keislaman dan kami terus mengajar dan mengisi pengajian sehingga Allah jadian kami manusia yang bermanfaat bagi banyak orang”.</p></blockquote>
<p>Beliau memang memiliki pandangan khas tentang tugas seorang hakim peradilan syariah. Beliau berpandangan bahwa seorang hakim tidak cukup dengan menjalankan tugasnya di pengadilan. Beliau mencela para hakim yang bersikap semacam itu.</p>
<p>Beliau pernah mengatakan,</p>
<blockquote><p>“Jika seorang hakim hanya mencukupkan diri memutuskan sengketa tentang onta, keledai, sapi dan kambing atau semisalnya maka tidak ada kebaikan pada dirinya. Bahkan tugas hakim yang paling penting adalah <em>amar makruf nahi munkar</em>, berdakwah, memperbaiki lingkungan sekitarnya, mewujudkan kemaslahatan kaum muslimin dan menghubungkan orang-orang yang memerlukan untuk dihubungkan”.</p></blockquote>
<p>Ketika Ibnu Baz menjadi hakim di daerah Dalm, beliau memiliki kursi terbuat dari tanah di tengah-tengah pasar. Di situlah beliau memutuskan berbagai sengketa yang terjadi di antara kaum muslimin.</p>
<p>Wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</p>
<p><em>sumber: http://ustadzaris.com/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa/comment-page-1#comment-1338</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/483/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/483/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/483/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=483&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/begitu-sederhana-hafalannya-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Hitam Menurut &#8216;Ulama Yaman</title>
		<link>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/</link>
		<comments>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 06:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awisawisan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://awisawisan.wordpress.com/?p=479</guid>
		<description><![CDATA[
assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
Sebagian muslimah yang taat beragama beranggapan bahwa satu-satunya warna pakaian muslimah yang ‘nyunnah’ adalah hitam. Jika ada yang berpakaian dengan warna selain hitam -apapun warnanya- maka dia belum menjadi muslimah sejati. Lebih parah lagi, ada yang beranggapan bahwa warna hitam adalah tolak ukur muslimah yang bermanhaj salaf. Artinya jika warna pakaian seorang muslimah bukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=479&subd=awisawisan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://awisawisan.files.wordpress.com/2009/11/jilbab1piecesaudi2ill.jpg"><img class="size-full wp-image-504 aligncenter" title="jilbab" src="http://awisawisan.files.wordpress.com/2009/11/jilbab1piecesaudi2ill.jpg?w=141&#038;h=216" alt="" width="141" height="216" /></a></p>
<p><em><span style="font-style:normal;">assalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</span></em></p>
<p>Sebagian muslimah yang taat beragama beranggapan bahwa satu-satunya warna pakaian muslimah yang ‘<em>nyunnah</em>’ adalah <strong>hitam</strong>. Jika ada yang berpakaian dengan warna selain hitam -apapun warnanya- maka dia <strong>belum </strong>menjadi <em>muslimah sejati</em>. Lebih parah lagi, ada yang beranggapan bahwa warna hitam adalah tolak ukur muslimah yang bermanhaj salaf. Artinya jika warna pakaian seorang muslimah bukan hitam maka dia bukan muslimah salafiyyah (muslimah yang bermanhaj salaf).</p>
<p>Untuk menilai anggapan di atas, marilah kita simak fatwa salah seorang ulama ahli sunnah di Yaman saat ini yaitu <strong>Syeikh Abdullah bin Utsman adz Dzimari</strong>. Fatwa ini beliau sampaikan dalam sesi tanya jawab setelah ceramah ilmiah yang beliau sampaikan dengan judul ‘<em>Barokah Tamassuk bis Sunnah</em>’ (Keberkahan Berpegang Teguh dengan Sunnah/Ajaran Nabi). Ceramah ini beliau sampaikan pada tanggal 19 Shofar 1427 H di radio ad Durus as Salafiyyah minal Yaman. Fatwa beliau tentang warna pakaian muslimah ini tepatnya ada pada menit 59:47- 1:02:39. Rekaman kajian ini ada pada kami.</p>
<p>Berikut ini transkrip fatwa beliau dan terjemahnya.</p>
<p><span id="more-479"></span></p>
<p>القارئ: هذا السائل من ليبيا يقول ما الضابط للون بالنسبة لحجاب المرأة المسلمة الشرعي؟</p>
<p>Moderator mengatakan, “Ada seorang penanya dari Libia yang mengajukan pertanyaan sebagai berikut. Apa warna yang pas untuk pakaian muslimah yang sejalan dengan syariat?”</p>
<p>الجواب: اللون هو أحسن الألوان بالنسبة لحجاب المرأة هو لون الأسواد لأن الغالب علي هذا اللون أنه لا يكون ملفتا للرجال.</p>
<p>Jawaban Syeikh Abdullah adz Dzimari, “Warna terbaik untuk pakaian seorang wanita adalah <strong>hitam</strong> dengan dua alasan. Alasan pertama, warna hitam biasanya tidak menarik dan memikat pandangan laki-laki.</p>
<p>الأمر الثاني أن عائشة-رضي الله عنها- عندما ذكرت بعض نساء الصحابة -في رواية:نساء المهاجرين, و في رواية: نساء الأنصار- “رحم الله نساء المهاجرين عندما نزلت آية الحجاب عمدن إلي مروطهن وشققنها وحتي أصبحن كالغربان”.</p>
<p>Alasan kedua, ketika Aisyah menceritakan sebagian istri para shahabat – pada satu riwayat dikatakan ‘istri para shahabat Mujahirin’ namun pada riwayat yang lain disebutkan ‘istri para shahabat Anshor- “Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada para istri shahabat Muhajirin. Ketika ayat tentang jilbab turun, mereka robek kain korden lalu mereka kenakan sebagai jilbab sehingga mereka seperti burung gagak”.</p>
<p>عائشة تشابه النساء كالغراب و الغراب يكون كله أسود اللون لا يري عليه أثر البياض. فهذا هو الأقرب و يكون بعيدا من أي لون أو تفصيل أو شكل للزينة.<br />
هذا من ناحية اللون.</p>
<p>Dalam riwayat ini, Aisyah menyerupakan para shahabiyah dengan burung gagak. Sedangan buruk gagak itu seluruh tubuhnya berwarna hitam. Tidak ada warna putih sedikitpun. Inilah warna yang tepat karena dengan memakai warna pakaian seperti ini maka wanita yang bersangkutan terhindar dari warna pakaian, corak dan motif yang menari perhatian lawan jenis.</p>
<p>و أما من ناحية الصفات فبعض أهل العلم ذكرثمان الصفات للحجاب الشرعي. أن يكون الحجاب فضفاضا واسعا, لا ضيقا, و أن يكون سميكا غليظا, لا شفافا و أن يكون هذا الحجاب من ثياب النساء, لا من ثياب الرجال و أن يكون سابغا للجسد كله لا يظهر شيئا من الجسد و أن يكون خاليا من العطور والبخور و غيرها من روائح. لأنها إذا خرجت لا يحل لها أن تخرج متعطرة أو متبخرة. وكذلك أن لا يكون ثوب الزينة. وكذلك أن لا يكون ثوب الشهرة. وكذلك أن لا تكون المرأة متشابة به بالكافرات.<br />
فمثل هذه الأوصاف ينبغي أن تراعي في الحجاب.</p>
<p>Tentang criteria pakaian muslimah yang sesuai syariat, sebagian ulama menyebutkan ada delapan kriteria.</p>
<p>1)longgar, lapang dan tidak ketat</p>
<p>2)tebal dan tidak transparan</p>
<p>3)model pakaian yang dipakai adalah model pakaian wanita, bukan model atau bentuk pakaian laki-laki</p>
<p>4)menutup badan secara sempurna sehingga tidak ada satupun bagian badan yang nampak</p>
<p>5)tidak diberi wewangian karena ketika keluar rumah seorang wanita dilarang untuk mengenakan wewangian</p>
<p>6)tidak menarik perhatian lawan jenis</p>
<p>7)bukan pakaian tampil beda yang menyebabkan orang yang memakainya menjadi kondang di masyarakat</p>
<p>8)bukan model pakaian yang menjadi ciri khas wanita kafir sehingga dengan memakainya muslimah tersebut menyerupai wanita kafir. Inilah kriteria yang harus dipenuhi ketika seorang muslimah hendak berpakaian dengan sempurna.</p>
<p>و أما اللون فقد سمعتم. و إذا كان هناك لون آخر هادئ و هو مشهور في أوساط البلد اللتي تعيش فيهاهذه المرأة و لا تكون منفردة به فلا مانع إذا كان غير ملفت.</p>
<blockquote><p>Tentang warna, telah kalian ketahui warna yang terbaik. Namun jika memang ada warna lembut(tidak mencolok) selain hitam yang biasa dipakai oleh para wanita di masyarakat setempat sehingga jika ada seorang muslimah yang mengenakannya maka dia tidak menjadi nyleneh di masyarakatnya maka tidak terlarang selama warna pakaian tersebut tidak menarik perhatian lawan jenis.</p></blockquote>
<p><em>Sampai di sini penjelasan Syeikh Abdullah adz Dzimari.</em></p>
<p>Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa warna pakaian muslimah selain hitam itu diperbolehkan <strong>selama tidak menarik perhatian lawan</strong>. Tolak ukur penilaian warna yang menarik perhatian dan tidak adalah ‘urf atau nilai yang berlaku di masyarakat.<br />
Oleh karenanya memakai warna pakaian semacam itu tidaklah menurunkan kadar dan kualitas ke-ahlisunnah-an atau ke-salafi-an seorang muslimah.<br />
Oleh sebab itu menilai seorang muslimah itu salafiyyah ataukah bukan dengan melihat warna jilbabnya hitam ataukah hukum adalah suatu hal yang keliru dan sangat tidak berdasar.<br />
Meski tidaklah kita ingkari bahwa memilih warna hitam sebagai pakaian muslimah itu yang <strong>lebih afdhol</strong>. Akan tetapi yang sangat merisaukan adalah ketika warna hitam ini dijadikan tolak ukur dan parameter apakah seorang wanita itu salafiyyah ataukah bukan tanpa dasar dalil dan ilmu.</p>
<p><em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p><em><span style="font-style:normal;">wassalaamu&#8217;alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh</span></em></p>
<p><em>sumber http://ustadzaris.com/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman</em></p>
<p><em> </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/awisawisan.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/awisawisan.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/awisawisan.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/awisawisan.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/awisawisan.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/awisawisan.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/awisawisan.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/awisawisan.wordpress.com/479/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/awisawisan.wordpress.com/479/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/awisawisan.wordpress.com/479/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=awisawisan.wordpress.com&blog=1994199&post=479&subd=awisawisan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://awisawisan.wordpress.com/2009/11/25/jilbab-hitam-menurut-ulama-yaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/743524883adab0f39d1a2910cd7937e7?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">awisawisan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://awisawisan.files.wordpress.com/2009/11/jilbab1piecesaudi2ill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>