bismillaahirrohmaanirrohiim
assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh
emmm… kadang2 pikiran ini sampai pada kenangan2 yang mampu membangkitkan emosi. nda mesti mengundang bulir2 air mata. tp sekedar mikir, “heeeeh, iya ya”… (ini mah pasrah, bukan emosiong).
nah, pada waktu ini, aku teringat beberapa waktu lalu. sedang menginap di rumah mbahti (mbah putri ato nenek). waktu malam itu, anak2nya (anak2 mbah ti dan mbah kong, bukan anak2nya awis) pada berhamburan dateng ke rumah. jadi rame…
ada bude, pak de, yudha, adek, ellang, om mei, tante venty, didi, om andi, tante diah. 2 cucu paling kecil anaknya om andi sm tante diah nda dateng gr2 besok sekolah, jadi tidurnya cepat (dalam hati, “berati nda ada yang bisa dilempar2 malam ini
“).
nah, waktu lagi di belakang rame2 di depan TV, berkeluaranlah ucapan2 dari mulut masing2 (baca: ngobrol-susah amat mendefinisikannya-ha). dan sampailah ke materi pembicaraan yang berjudul “OSPEK”. apa sodara2? “OSPEK”? sekali lagi, dengan kompak, “OSPEK”.
uye uye, bude yang seorang dosen di kampus negeri sini, mulai cerita2 ttg kondisi ospek di kampusnya. katanya, anak2 teknik (yg kayaknya ospeknya seringkali paling ‘wow amazing’ *kedip2 ke arak*) di sana, ospeknya aneh2. mahasiswa nya ada juga yang nyelonong nyari temannya di kelas pas bude lagi ngajar, terus seenaknya keluar lagi dari sana. ayooiy. ada lagi katanya anak2 cowo nya tu disuru buka baju terus gelantungan apa di pohon (sungguh aneh). mau lagi? ada lagi, katanya ada juga mereka di suru lari2 kemudian ngolok2in fakultas lain dgn sengaja. masih mau lagi? tenang, masi ada stok. tambahan lagi dari tante diah yg temannya dosen, ada dosen di salah satu jurusan FT uda nyiapin acara kunjungan buat maba. eh, rupanya mabanya tidak ada yang muncul sebuahpun batang kakinya, dan katanya karena ospek jualah.
bentar lagi juga musim OSPEK, ya? hari2 agak berat yg akan ditempuh para maba ne. OSPEK di kampus juga ada dua. ada yang dari kampus, ada yang dari fakultas, ada lagi yang dari jurusan. ini tiga, ya, bukan dua. nah, terus kalo mo bonus, biasanya ada ospek juga dari UKM. mapala noh, asik ospeknya. ahak ahak…
aku ikut semua Ospek di kampus, walau sering2 meng-ghaib alias ngilang pas waktu2 ospek. :p aku suka nanya2 orang, dari kakak tingkat, teman sejawat (alah alah), sama adek kelas. tanggapannya macam2. oia, awalnya tak bilang dolo. ini opini pribadi yak. jadi ya isinya suka2 pembuat opini. sebaiknya tak di didebat tp disetujui. hahaha. kali ini maksa mode tak bole off. :p
lanutan!
nah, pendapat mereka beze2, karena mereka besar dari orang tua yg berbeze2.
selebihnya kita sorot ke ospek jurusan adja yuk. karen amgkn mgkn ini yang paling spesifik isi acara2nya. nah, bagaimanakah pendapat mereka pada umumnya?
1. “kita harus masuk ke dalam sistem, untuk bisa merubah sistem.”
uye uye. banyak yg awalnya mengatakan ini, ingin mengubah kekurangan2 sistem yg telah ada. namun kemudian hilang di tengah2 ‘pergerakan’. kalo tidak hilang, mereka terikut mainstream. kalo tidak begitu, perubahan yang diinginkanpun aku lihat mungkin tidak terlalu kelihatan. justru dikhawatirkan akan lebih mudhorotnya. wallaahu ta’ala a’lam.
2. kita harus ikut ke sistem, karena kita mesti kompak sebagai satu angkatan.
ini yang aku sebut sebagai suara mainstream. karena kebanyakan orang memang ikut ospek. menurut kelompok ini, partisipasi dalam kelompok menjadi barometer kekompakan. yah, emg dimana2 begitu si, misalnya adja dlm kerja kelompok, pan mesti kompak. ting ting.
3. “aku kurang kreatif, aku tak cocok ikut Ospek”
kebanyakan ospek emg menuntut kreativitas para maba. misalnya dalam yel2, ato karya2 apaan lah gt.
4. “menurutku ospek gak ada gunanya buat aku…”
hemmm… cool… kalo dipikir2, ini kelompok2 rebel nih (make istilah ami, ha). menjadi sedikit di antara yg banyak.
5. “ikut Ospek itu untuk dapet link banyak2, buat organisasi, buat kerja, dsb”
karena dgn ospek, berarti kita berada dalam kelompok kebanyakan. lebih banyak orang, lebih dikenal orang, semacam itu.
6. apaan lagi ya? nguing nguing. bingung.
nah,
menurutku, sekarang, saat ini, setelah masa2 ospek yang juga pernah aku lewati, hasil evaluasi, dan mempertanyakan ke publik (halah halah), maka aku memutuskan untuk berpikir: jika kau pikir ospek itu tidak sejalan dengan apa yang kau yakini, khususnya untuk diin-mu, maka sangat baik untukmu jika mundur dari sana. serius. ![]()
ada quote2 dari beberapa teman yang saya rasa sangat NENDHANK dan bisa dipraktekin dalam urusan ospek ini…
pertama, “cukuplah Allah yang membuat hati ini tentram.” kedua, “mata manusia itu fana.”
subhanallah. membuat mata ini pejam2 dan hati bergumam, “betol betol betol…” ngapain kita cari2 perhatian manusia? berusaha membuat mereka senang sedang hati kita tak nyaman melakukannya. kata seorang lagi, “bukan manusia kok yang ngasi kita makan”. makin deh, “betol, betol, betol…”
aku pribadi, sungguh sedih, saat menyaksikan adik-adik, yang perempuan khususnya, bergerak2 nari di depan senior mereka, tp mereka justru dibentak2, disalah2kan. sungguh, aku pernah berada di posisi mereka. aku dan beberapa temanku, yang aku tahu kebanyakan juga menentang sistem seperti itu, saat itu, saat itu. pernah banjir mata ini menyaksikan kejadian tersebut (sinetron mode ON). walau air mata itu tak sempat jatuh berceceran di porselen. makin sedih lagi sebenarnya, “ngapain aku masih di sana?”. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa… sekali lagi, bukan mereka yang memberi kita makan… jadi pikirkan mengapa kita harus patuh dengan permintaan2 yang tidak masuk akal dan justru terkadang menjatuhkan izzahmu…?
*jeduk jeduk sendiri*
aku tidak sedang menyalahkan siapa2. tp ku harap ini bisa jadi bahan pemikiran sahaja. buat aku, kamu, dia, mereka. cacing2, lalat2, dan cicak2 di dinding. idup itu pilihan. setiapnya ada konsekuansi. jadi silahkan pertimbangkan, mana yang kiranya baik untukmu? pertimbangannya mesti yang futuristik, nih, gan. jangka panjang. sampe ke liang lahat sampe sono sononya dah.
sekian saya buat dengan penuh kesadaran
terima kasih
wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh



Posted by farhanah on August 11, 2009 at 1:29 pm
ospek itu –> “teman2, kita harus AWIS-AWISAN!!!” hahahaahahaa
Posted by awisawisan on August 11, 2009 at 2:15 pm
wow, parhanah, bintang OSPEK…
hahahahaha….
Posted by farhanah on August 13, 2009 at 3:57 am
ah lebih bintang situ ,wis…
hahahaa
Posted by awisawisan on August 13, 2009 at 8:53 am
ah farhanah tetap luar biasa di mata saya…
hahahaha juga
Posted by sabrina on August 15, 2009 at 8:20 pm
haiii. numpang nampang…
hoo yaa gw masuk yang kemana wis?
kyknya gw tau deh..hahhaa
Posted by awisawisan on August 16, 2009 at 5:49 am
waowww, ada sabrina….
enko jelas masuk ke golongan orang2 yang ingin menikah sab…
tergambar jelas di matamu…
aahahahhaa
Posted by Wahyu Kresna El Haydar on August 25, 2009 at 5:47 am
komen dulu baca nanti.
Posted by awisawisan on August 26, 2009 at 5:00 am
tafadlol…
Posted by Orang ganteng on August 28, 2009 at 4:38 am
eh … di kampus tempat kakakmu itu lho
1. rata2 temen2 yang im/tarbiyah berpendapat no 1 postinganmu
2. yang ngadain ospek biasanya anak2 bem
3. isinya bem liyat poin 1 komenku
4. nyatanya : ospek gag ada perubahan dari taun ke taun … sama aja, malah pas otbond, solat asarnya pade setengah 6
gag kebayanng mbak2 jilbaber ada joget ngebor ….
huehuehuehue ….
anonim — jangan disebar2in
Posted by awisawisan on August 29, 2009 at 5:16 pm
hehehe,
nicknamenya narsisme tingkat tinggi, bang… :p
iya, abang pernah ngasi linknya waktu itu…
emang bang…
sampe titik ini, ws nda setuju sama ospek kalo isinya kaya begitu..
kalo isinya pengajian, kan oke ya bang… hehehe…
Posted by sagung on September 1, 2009 at 10:09 pm
Wawawa. OSPEK? Kenapa tidak??
Posted by awisawisan on September 2, 2009 at 3:39 am
wew… ciri khas anak teknik kaya gt tu.. :p
Posted by ÙüÐ on October 1, 2009 at 6:02 pm
uud termasuk kelompok 4 wis.. tapi, gak jauh dari kelompok 2 juga..
Posted by awisawisan on October 1, 2009 at 10:27 pm
jadi bang udin ikut osek juga ato nda pas kemaren? binguing…
Posted by ÙüÐ on October 2, 2009 at 3:38 am
osek paan wis?
waktu TPB ndak, tapi yg fakultas n dept. ikut.. ya karna itu.. biar bisa kenal2an.. abis klo g ikut, pasti lebih lama lagi uud baru kenal2annya..ntar kan susah klo nda kenal teman skelas sendiri.. f^^
kan uud orang yg tidak suka mengenalkan diri sebenernya bu.. jadi klo nda ikut ospek bakal invinsible mode on ntar..
Posted by nurussadad on October 19, 2009 at 2:22 pm
Klo di Kampus nya mas Uud, Ospek itu agar bisa diterima sebagai “warga/family”
Klo masuk IPB dan menjadi Warga KM IPB, ya ikut OSPEK KAMPUS,
Masuk Fakultas dan menjadi Warga FMIPA, ya ikut Ospek Fakultas. dst…
Untungnya, untuk jadi Warga Negara Indonesia dan Jadi Family di keluarga gak perlu pake OSPEK..
Cobain deh, OSPEK NASIONAL, ngelilingin Pulau Jawa…
Atau bayi baru lahir, disuruh baris-berbaris… wk wk wk wk
Posted by Fathel on October 28, 2009 at 11:08 pm
ospek itu :
manis dikenang, pahit untuk di ulang…
^^
Posted by awisawisan on October 29, 2009 at 10:15 pm
ooohhh, iyaaaaa
jangan diulanggggg >,<
Posted by ÙüÐ on October 30, 2009 at 1:03 pm
@nurussadad: mm.. i c.. *angguk2, baru tau..
*
@fathel: klo diulang sie emang pahit ya.. wkwkwk..
@ws: klo ngospek pengen lagi tapi ya?
Posted by awisawisan on November 2, 2009 at 11:51 pm
endak, bang, ws nda tegaan ama anak orang… :p
kalo ospeknya isinya berjalan ke pantai dan ke gunung tanpa ribut2 senior-junior mah ayok…