syukur dan ikhlas

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

suatu saat seorang teman pernah berkata,

“kehidupan PNS emang kaya gitu, dari gini jadi gini…” sambil ia memainkan tangannya dari sekitar setinggi sikut lengannya kemudian dibawanya hingga sekitar setinggi bagian atas kepalanya…

secara umum mungkin memang demikian,

dalam hal penampakan materi terutama,

tapi manusia hidup kadang di atas,

lalu kadang di bawah,

beberapa lena lalu jatuh saat terlalu lama berada di atas kemudian dihempas ke bawah,

beberapa putus harap saat terlalu lama berada di bawah,

dan sungguh indah,

saat kita mampu menjadi manusia yang hatinya senantiasa berbalut syukur dan ikhlas,

baik saat diri sedang ada di atas, terlebih saat sedang ada di bawah…

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki
kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya.
Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (shahih muslim).

wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh..

*evaluasi-evaluasi-evaluasi*

12 Responses to this post.

  1. assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
    wis awis hehehehe
    he em yo ayo ikhlas, kalau udah ikhlas hati tuh jadi adem :D
    pa lagi syukur bisa bikin segalanya jadi mudah
    semangat !!

  2. wa’alaykumussalam warohmatulloh wabarokatuh…
    PNS ya…

    ya beginilah..
    bosan sebenarnya..
    lagi nyari jalan yg lain…
    tapi belum ketemu…

  3. @mba ima
    wa’alaykumussalaam wa rohmatullaahi wa barokaatuh, mb imaaa…
    keademan hati, setuju!!

    @bayu
    emg jadi PNS bosen ya, akh?
    mao berwiraswasta kah?

  4. bosen bangetz..
    brgkt jam 6 pagi, pulang jam 6 sore
    huhuhu, padahal pengen menghabiskan waktu bersama istri tercinta…
    pengennya c wiraswasta. invest gitu…
    tp blm da yg cocok nih..

  5. bagaimana dengan bisnis onlen kayak toko muslim itu?
    kerjanya nda mesti di kantor…
    bisa by onlen dari rumah,, :)

  6. duh..
    kayanya emang ga’ enak ya..
    hm..
    harus mulai belajar berwiraswasta dari sekarang nih..

  7. Posted by suprai on May 24, 2009 at 4:49 am

    tingkatan pertama, sabar, lalu naik untuk ikhlas selanjutnya menanggapinya dengan syukur..subhanalloh.

  8. @habib
    ayo semangat berwiraswasta…
    sambil buka lapangan usaha buat orang lain… :D

    @suprai
    subhanallaah, supersupri… :)

  9. Posted by fajareka on June 6, 2009 at 10:33 am

    hmm…
    mangnya sebegitu parahkan pns?
    saya punya saudara. senior lebih tepatnya…(mantan Ka. Formasi FIB)
    sekarang jd PNS, but, hidupnya enak2 aja tuh…
    klo ketemu, selalu optimis disertai lekuk senyum yg sumringah^_^
    but, ga tw juga deh, status masih mahasiswa siy, hihi.
    keluarga semua wiraswasta klo ngga pegawai swasta, yasuw, semangat semuanya^_^v

  10. lanjutkan!

  11. Syukur

    Seringkali pertanyaan itu terlontar, mencari bentuk sesungguhnya dari kata Syukur
    Apa arti syukur ?, bagaimana mensyukuri ?, seperti apa interpretasi dari syukur ?
    Hari ini saat bangun tidur, saat nafas terhirup seorang teman mengatakan bersyukurlah kau masih diberi hidup
    Kemarin saat kaki melangkah, seorang cacat menegur kakiku dengan keluhannya, bersyukurlah kau memiliki kaki yang lengkap
    Tiga hari yang lalu ketika lolos dari kecelakaan semua orang merubungiku dan mengucapkan syukur, “untung kau selamatâ
    Dua bulan kemarin, ketika anakku lahir, suamiku tak henti-henti berucap alhamdulillah, bersyukur ?
    Setahun lalu saat aku menikah handai taulan merestui seraya menceritakan wanita-wanita lain yang belum mendapat jodoh di usia yang semakin matang. Bersyukur ?
    Ayah bahkan merayakan kelulusanku dengan mengadakan syukuran
    Tapi, aku tak mengerti apa itu syukur
    Saat kisah malaikat kesepian terima kasih diceritakan aku semakin tak mengerti ….
    Entahlah, bagiku saat Tuhan memberiku nafas, Tuhan memintaku bertanggung jawab menjalankan hari
    Ketika Tuhan membiarkan kaki dan fisikku sempurna, aku merasa Tuhan memintaku menggunakannya dengan responsibilitas tinggi yang kadang aku sulit mewujudkannya
    Dan saat Tuhan memberiku seorang Anak, aku terlalu rinci memikirkan biaya hidup, dan pekerjaan yang mesti kutempuh demi masa depan anakku
    Waktu seorang pria memintaku menjadi pendampingnya, aku merelakan kebebasanku demi tanggung jawab atas nama keshalihan
    Demi wisuda, aku merinding memikirkan amanah keilmuan yang selama ini kupelajari
    Ah, Tuhan … semakin banyak kau beri aku kenikmatan, semakin besar tanggung jawab yang mesti kupenuhi
    Semakin banyak pula keluhanâ ku
    kenikmatan itu tak ubah amanah, kenikmatan itu tak ubah sebuah responsibilitas hidup
    Karenanya, terima kasihku seringkali berubah permohonan dan permintaan lain
    Ketika terbangun pagi dengan helaan nafas panjang, kuminta Kau mudahkan aku dan lindungi aku dari kekhilafan kata, kesesatan hati dan kegelisahan jiwa
    Ketika aku selamat dari kecelakaan aku memohon dalam malam agar berkurang dosaku dengan ampunanmu, karena kematian hanya meninggalkan amalan yang tak pernah mampu kuketahui, “sudah cukupkah amalanku?
    Ketika anakku menangis menatap dunia, aku menangis mendengar zaman yang semakin sulit untuk keshalihan anakku, maka aku semakin sering berpuasa dan membangunkan malamku untuk semakin banyak meminta .Mengharap Engkau Tuhan menjaga hidup mereka karena aku takkan pernah bisa selalu mengawasinya
    Ketika Ijab kabul terdengar lantang, tangisku semakin sulit terhenti karena wanita shalihah adalah pilihan antara suami dan orang tua, tahukah membangun hubungan antara orang tua, mertua, suami dan keluarga besar ada di pundak seorang wanita … Ah, betapa tidak ringannnya .
    Maka, saat wisuda semua orang tertawa, aku merenunginya semalaman suntuk, menelaah ilmu yang kudapati,
    Aku takut nuraniku berpaling dari ilmu menjadi harta. Aku takut nafsuku menggeliat meminta penghormatan atas nama gelar. Aku juga takut harga diriku tergadai demi gengsi kehidupan ….
    Akhirnya, aku selalu tak sempat berterima kasih. Bagiku Tuhan adalah tempat meminta tanpa henti, bagiku Tuhan adalah tempat aku bersandar, Tuhan adalah segalanya,
    aku tak tahu apa aku makhluk penuntut, apa aku makhluk tak berterima kasih
    Yang aku tahu, dunia ini tak pernah ramah
    Yang aku tahu, terlalu banyak syetan di lingkungan ini
    Yang aku tahu, tanggung jawab hidup adalah prioritas ibadah
    Aku ingin berterima kasih …, ajarkan aku kawan
    Aku tak ingin membiarkan Tuhan merasa sepi rasa terima kasih
    Tapi aku tak mengerti apa itu syukur …. Aku tak paham apa implementasi syukur
    Aku juga tak mengerti kenapa sulit untuk tidak meminta
    Semakin banyak aku merasa diberi semakin banyak itu pula aku meminta
    Kumohon ajari aku bersyukur
    Ayahku pernah menjawabnya sebelum maut menjemput nafas halusnya
    Tugasmu hanyalah bekerja, berjuang dan berbuat, jangan berfikir apa yang akan terjadi, jangan takutkan hasil yang kan kau dapatkan dan jangan sombong dengan usahamu. Bersyukur adalah membiarkan Tuhan menentukan episiklus hidup ini. Seperti ikhlas, senada dengan tawakkal, seiring sejalan dengan Islam,
    maka sampai detik ini hamdalah bagiku tidak ungkapan syukur, tetapi pujian
    Namun, kemudian aku bertanya kembali, Terlalu banyakkah aku meminta ?
    Kapankah aku memiliki kesempatan bersyukur

  12. wao, banyak…
    terima kasih kunjungannya… ^^

Respond to this post