Lelaki Itu…

assalaamu’alaykum wa rohmatulaahi wa barokaatuh

lelaki itu,
pria yang khas ayah-ayah, cool kataku…

dahulu,
waktu kecilku adalah waktu bersama ia
yang jadi ayah paling ganteng di muka bumi
Ayah paling pintar yang Allah beri untukku dan kedua saudariku
Ayah yang kadang waktu bercanda dengan khas ayah-ayah pula
Ayah yang kadang berkomentar aneh
Ayah yang suka minum kopi

yang pada waktu kecilku kadang bertanya, “kamu mandinya nyebur ke dalam bak ya?”
dan kujawab dengan dusta, “nda kok…”
yang dengan lengannya mengangkat aku dengan seorang saudaraku yang lain, melayangkan kaki-kaki kecil kami dari tanah
yang kadang menggendongku terbalik dengan kepala di bawah hingga aku memintanya lagi, berkali-kali
atau mengangkatku duduk di belakang kepalanya…
yang kadang ia tertawa begitu geli
yang tak malu waktu kadang menyetrika baju, meski ia adalah seorang “ayah”

yang mendinya cepat khas lelaki
yang harum, segar, dan rapinya tidak pernah tidak ku suka…
yang kadang SMS dengan nomer CDMA Jakarta dan bertanya, “ayah dimana ne?”
atau yang kadang SMS, “nyet3, lagi apa?”
yang dulu mengantarku pergi sekolah naik motor dan seringkali aku telat untuk ikut senam pagi

ia yang mengajariku naik motor hingga suatu waktu kakinya terluka karena aku menjatuhkan motor
yang kuingat mengajariku sholat dengan mengeraskan suaranya

yang sering mengimingi dan memberi hadiah waktu Allah mengaruniakan nilai-nilai bagus untuk ujianku
yang selalu membuatku senang jika dibonceng naik motor
yang membelikan inline skate seusai tangisku sore itu

yang kadang sore mengajak kami nongkrong di sekitar stadion sambil makan rambutan
yang pilihan duriannya kebanyakan selalu enak dan aku sukai
yang dengan susah payah menguncir rambut SD-ku waktu aku sedang tak akur dengan mamah
yang aku sukai selimut biru mudanya…

yang membuatku selalu merasa perlu untuk mendengar keluh kesahnya…
yang membuat aku selalu berpikir bahwa dunia dan segala isinya takkan cukup membalas hutangku padanya

lelaki yang kuingin ia mendapat kenikmatan surga kelak
lelaki yang aku sayangi karena Allah…

ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku…
sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku pada waktu aku kecil…
amin ya Robbal ‘alaamiin…

sssssttttt….
ada sosok luar biasa satu lagi loh… nicknamenya Mamah… :)

5 Responses to this post.

  1. hanya doa surga dan ampunan dosa pd Allah yg bisa kita haturkan untuk keduanya…

  2. na’am… T_T

  3. Iya saya jadi inget, saya waktu kecil juga suka bandel.. keluyuran main bola.. pulang-pulang udah tinggal dekil n kumel deh ^^

  4. Mandinya cepat khas lelaki

    Betul sekali…

  5. @prasetyo
    he, biasanya anak lelaki emg lebih nakal daripada anak perempuan ya akh?
    :D

    @sagung
    *angguk2

Respond to this post