assalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wa barakatuh…
diriku yang selembar dedaun hijau yang terlalu cepat gugur dari kokoh kayu,
lalu menyerak di udara dan berlari jauh terpecut angin…
seutas ranting yang berkali harus patah,
rapuh terkasari oleh mereka yang tak pernah memproyeksi berada ku dalam panjang nafas hidupnya…
seonggok akar yang kerap kali tercerabut dari tanah, lalu hinggap pada tanah yang sama sekali asing..
walau sekali,
tak pernah boleh lekang mencari angin yang semilir
menjadikanku dedaun yang sudah mesti runtuh pada saat hijau
tak jera untuk berkali-kali patah tumbuh untuk berganti
tak jadi awan yang mesti menghujan dengan gelap saat mesti berhadapan dengan keterasingan di tanah baru..
wassalaamu’alaykum wa rahmatullaahi wabarakatuh…



Posted by l5155st™ on August 25, 2008 at 1:13 pm
“rapuh terkasari oleh mereka yang tak pernah memproyeksi berada ku dalam panjang nafas hidupnya…”
syair nan bagus, namun berproyeksi dalam kalimat di atas artinya apa ukhti?
Posted by awisawisan on August 27, 2008 at 3:09 am
emm,
gni, pak dit..
ini kalo nda salah ya..
mata itu kan untuk melihat,
nah, seingat saya waktu di SMP apa di SMA dlu, sistem di mata kan mirip sistem proyeksi2 gt. bayangan ditangkap, gt2 lah…
*lupa, uda lama…
CMIIW
jadi maksud nya terkait dgn syair nya,
mereka yang nda pernah merasakan/melihat keberadaan saya dalam hidupnya…
krg lbih dmikian…
Posted by afraafifah on August 27, 2008 at 10:40 pm
wis..bikin syair paragrafnya di benerin dunks..jgn kyk bikin surat