assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…

ka melvi

ka melvi

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh

suatu saat seorang teman pernah berkata,

“kehidupan PNS emang kaya gitu, dari gini jadi gini…” sambil ia memainkan tangannya dari sekitar setinggi sikut lengannya kemudian dibawanya hingga sekitar setinggi bagian atas kepalanya…

secara umum mungkin memang demikian,

dalam hal penampakan materi terutama,

tapi manusia hidup kadang di atas,

lalu kadang di bawah,

beberapa lena lalu jatuh saat terlalu lama berada di atas kemudian dihempas ke bawah,

beberapa putus harap saat terlalu lama berada di bawah,

dan sungguh indah,

saat kita mampu menjadi manusia yang hatinya senantiasa berbalut syukur dan ikhlas,

baik saat diri sedang ada di atas, terlebih saat sedang ada di bawah…

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki
kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya.
Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.” (shahih muslim).

wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh..

*evaluasi-evaluasi-evaluasi*

assalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…

menjelang awal juni, berarti kurang lebih sudah 8 bulan,
8 bulan tidak di rumah,

dan aku sedang rindu rumah,
segala isinya,
kamar yang terang dan berpadu ijo-oren-merah marun-ungu muda,
dengan jendela lebar yang menyegarkan,
dengan pagi yang bau rumput basah,

dengan dapurnya,
kulkas, es batu, ayam beku di dapur, air dingin,
bawang, tempe, kuali,

ruang belakang tempat jemur…
tempat nyuci di ruangan terbuka…
teras depan yang
kayaknya agak jarang di pel… :p

warung,
jalanannya,

dan segala yang ada di sekitarnya…

mbah kung, mbah ti, keluarga, sodara, ponakan, sepupu…

ah, rumah…
tungguin awis datang… :D
insya Allah..

wassalaamu’alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…